Problematika di Dunia Pendidikan dan Pembelajaran

Advertisement
loading...
Sudah sewajarnya, ketika seseorang menjalani kehidupan
menemukan masalah. Ada orang yang memang secara sadar dalam menghadapi masalah,
namun tak sedikit orang yang tidak sadar, padahal dirinya sedang mengalami
masalah. Rasanya tidak ada orang yang sengaja mencari masalah, banyaknya orang
mengatakan saya lagi didatangi masalah yang bertubi-tubi. Namun, pada
kenyataannya yang menimbulkan masalah adalah diri kita sendiri, selaku manusia,
baik secara sadar atau tidak manusia tersebut menjadi pemicu masalah.
            Bagaimana
dengan masalah yang ada di dunia pendidikan?
            Berbicara
pendidikan, dan berbicara masalah, sangat banyak sekali, Pertama masalah yang
timbul dari atas, seperti kebijakan pemerintah yang terkadang bahkan seringnya
menjadikan sosok guru menjadi korban, seperti pergantian Kurikulum,
pengangkatan CPNS yang awalnya digembor-gemborkan namun ketika sosok di atas
sudah jadi, mereka lupa, seperti lagi yang belakangan ini terjadi lamanya
proses mendapatkan NUPTK, sebab banyak hal yang tidak akan berjalan ketika
NUPTK tidak didapatkan, di antaranya mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa,
ternyata terkendala oleh belum adanya NUPTK, padahal jumlah beasiswa yang akan
diterimanya Rp.7.000.000-an, belum lagi guru yang sudah lama mengajar dan sudah
berijazah s1, namun karena belum ada NUPTK, pencairan Tunjangan Fungsionalnya
tertahan atau mungkin tidak akan cair. Itulah segelintir problem dari atas
(kebijakan).

            Dari
samping, tak sedikit pengajar yang bersinggungan dengan pengajar lagi, seperti
ada guru yang sudag PNS, PNS dan sertifikasi, Non-PNS sertifikasi, namun
kenyataan di lapangan kinerjanya jauh lebih baik yang baru masuk dengan status
honorer atau sukwan yang kadang dibayarnya kapan dan tak menentu.
            Guru
dengan gaji di atas rata-rata, datang kesekolah sesukanya, kadang pukul 09.00
baru datang, dan pulang lebih awal, sebelum dhuhur, tak sedikit yang sudah
meninggalkan sekolah, sedangkan guru honorer dan sukwan selalu setia datang lebih
awal dan pulang belakangan. Inlah cerminan pendidikan di Indonesia, belum ada
kesadaran terhadap gaji yang diterimanya.
            Permasalahan
lain yang ada di tingkat bawah, yaitu sibuknya guru mengatur siswa yang bolos,
merazia siswa yang rambutnya panjang, dan sekali lagi, itu pekerjaan dan
masalah yang selalu dibebankan kepada guru dengan status honorer dan sukwan,
sebab yang namanya PNS, dengan alibi sudah mengajar, kewajiban sudah selesai,
masalah anak rambut panjang, pakaian tak sesuai, merokok atau bahkan hal
negative lainnya, seakan dibebankan kepada yang honorer dan sukwan dengan
bahasa, mungpung ada yang honor dan sukwan.
            Jikalah
pendidikan di Indonesia semacam ini, mau dibawa kemana anak didik kita
sekarang, cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045, seakan mimpi yang
berkepanjangan tak tercapai.

Advertisement
Loading...
Problematika di Dunia Pendidikan dan Pembelajaran | afgan19 | 4.5