Cara Mudah Mengenali Pribahasa Indonesia

Cara Mudah
Mengenali Pribahasa Indonesia
Hi sob, kali ini saya akan mencoba berbagi masalah
pelajaran Bahasa Indonesia,
tepatnya masalah Bab Peribahasa. Sebenarnya Peribahasa Indonesia sudah sering digunakan oleh masyarakat.
Keanekaragaman adat-istiadat, budaya, dan bahasa di negara
Indonesia berpengaruh pada perbendaharaan kalimat, yaitu Peribahasa Indonesia.
Berikut ini saya akan memberikan kumpulan Peribahasa Indonesia beserta arti
atau maknanya.
Besar pasak daripada tiang. Artinya lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. bisa
dibilang orang yang tidak bisa mengatur keuangan.
Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. Artinya hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau
tahu disaat sedang susah.
Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya.

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan
gading, manusia mati meninggalkan nama.
Artinya
setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan
perbuatannya di dunia.
Bagai pungguk merindukan bulan. Artinya seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu
yang tidak mungkin.
Bagai Makan Buah Simalakama. Artinya bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang
sangat sulit untuk dipilih.
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. Artinya hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau
tahu di saat sedang susah.
Menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya kalah ataupun menang sama-sama menderita.
Bagaikan abu di atas tanggul. Artinya orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan
mudah jatuh.
Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan. Artinya Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
Adat pasang turun naik. Artinya
kehidupan di dunia ini tak ada yang abadi, semua senantiasa silih berganti.
Membagi sama adil, memotong sama panjang. Artinya jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus
adil dan tidak berat sebelah.
Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.
Air tenang menghanyutkan. Artinya
orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan
dalam pikirannya.
Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Artinya Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat
orangtuanya.
Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Artinya Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak
tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.
Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Artinya Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan
kesalahan juga.
Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.
Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang. Artinya Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi
orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.
Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Artinya Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama
dalam masalah percintaan.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Artinya Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan
yang telah diperbuat.
Bagaikan burung di dalam sangkar. Artinya Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Artinya Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap
merasa tersiksa juga.
Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Artinya Seiya sekata dalam semua keadaan.
Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Artinya Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang
menentukan.
Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Artinya Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga
ikut terkena celaka.
Jauh di mata dekat di hati. Artinya Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal
berjauhan.
Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Artinya Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih
lebih menderita orang yang mengalaminya.
Badan boleh dimiliki, hati jangan. Artinya Ungkapan bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih,
hatinya sudah ada yang memiliki. Secara fisik mau menuruti segala macam
perintah yang menindas, namun di dalam hati tetap menentang.
Lain di bibir lain di hati. Artinya Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak
jujur.
Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat. Artinya Berwajah rupawan namun perilakunya jahat.
Ada harga ada rupa. Artinya
Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.
Membelah dada melihat hati. Artinya Ungkapan untuk menyatakan kesungguhan.
Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan. Artinya Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.
Karena mata buta, karena hati mati. Artinya Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya.
Pandai berminyak air. Artinya
Pandai menyusun kata-kata untuk mencapai maksudnya.
Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Artinya Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.
Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa. Artinya Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran.
Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula,
lebih baik ditampar betul-betul.
Artinya
Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil.
Lubuk akal tepian ilmu. Artinya
Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan.
Nasi tak dingin, pinggan tak retak. Artinya Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.
Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. Artinya Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan
kebiasaan bersenang-senang.

Seludang menolak mayang. Artinya
Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam
hidupnya.
Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua. Artinya Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.
Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian. Artinya Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur
katanya.
Ditindih yang berat, dililit yang panjang. Artinya Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.
Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada
rangsang sama mengiraikan.
Artinya Suka
dan duka dijalani bersama. Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama,
kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga.
Tambah air tambah sagu. Artinya
Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan
bertambah pula rezekinya.
Sekali air pasang, sekali tepian beranjak; Sekali air di dalam,
sekali pasir berubah.
Setiap terjadi perubahan
pimpinannya, berubah pula aturannya.
Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi. Artinya Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua. Artinya
Budi pekerti, amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang sudah
meninggal dunia.
Alang berjawab, tepuk berbatas. Artinya Perbuatan baik dibalas dengan perbuatan baik, perbuatan
jahat dibalas dengan perbuatan kejahatan pula.

Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan
hujan.
Artinya Sesuatu pasti akan ada
identitas atau tanda khususnya.
Orang mau seribu daya, bukan seribu dali. Artinya Jika menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan,
jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan.
Enak makan dikunyah, enak kata diperkatakan. Artinya Sesuatu hal haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu.
Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan. Artinya Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga
sebaik-baiknya
Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera. Artinya Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu,
tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.
Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia. Artinya Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak
perlu tergesa-gesa.
Sehari selembar benar, setahun selembar kain. Artinya Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan
kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.
Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai. Artinya Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh
musuhnya.
Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. Artinya Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan
berakibat kurang baik.
Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata. Artinya Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara
aturannya masing-masing.
Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi
hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.
Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. Artinya Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat
memberikan bantuan.
Luka sudah hilang parut tinggal juga. Artinya Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam
hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.
Makan hati berulam rasa. Artinya
Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.
Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas. artinya Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di
bawah dan kadang di atas.
Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. Artinya. Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya
mengalah.
          Demikian sobat,
beberapa pribahasa Indonesia, semoga dapat menjadikan pengetahuan mengenai
bahasa Indonesia semakin banyak dan mampu menjadikan kita cinta kepada negara
Indonesia.
          Salam belajar
bagi sobat semua…