Peningkatan Minat Baca Siswa dengan Peningkatan Kualitas Perpustakaan

Dibandingkan dengan negara di kawasan ASEAN lainnya,
minat baca siswa di Indonesia cukup rendah. Hal tersebut berbeda dengan  Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia dan
lainnya. Banyak factor yang menyebabkan minat baca siswa di Indonesia rendah,
salah satunya kurangnya buku yang membuat siswa tertarik membaca, seperti buku
yang sama setiap tahunnya di perpustakaan, baik perpustakaan sekolah maupun
perpustakaan daerah kabupaten/kotanya.

 

            Bagaimana
cara menjadikan perpustakaan layaknya kantin sekolah?
            Tentu
bukan pekerjaan mudah ketika pihak sekolah ingin “menyulap” perpustakaan
layaknya kantin yang setiap harinya dikunjungi siswa, bahkan setiap
istirahatnya selalu ada siswa yang membeli makanan. Satu hal yang menjadi
pemikiran kita, yakni bagaimana caranya agar siswa ke perpustakaan menjadi
kebutuhan, layaknya makanan yang setiap siswa lapar langsung datang ke kantin
dan membelinya, berapapun harganya.
            Sudahkah
siswa kita tahu fungsi dari perpustakaan, selain dari tumpukan buku mata
pelajaran? Rasanya perlu kita kenalkan fungsi perpustakaan yang sangat penting,
di antaranya, fungsi Prevasi, yakni menyimpan dan menjaga kelestarian produk
ilmu dan budaya di lingkungan sekolah serta mengumpulkan dan menyimpan bahan
lain, fungsi Informasi, yaitu menjamin lingkungannya terinformasikan dengan
biak, terutama hal yang berkaitan dengan pendidikan pembelajaran, ilmu, agama,
dan kehidupan sehari-hari, fungsi Pendidikan, yaitu ikut melaksanakan
pendidikan baik untuk siswa di sekolah maupun untuk pihak lain di dalam dan di
sekitar sekolah, fungsi Dakwah, yaitu menampilkan perpustakaan sekolah sebagai
suatu unit kerja yang berada di lingkungan sekolah  yang mampu menarik lingkungannya baik peserta
didik, pendidik, orang tua siswa dan masyarakat, fungsi Penelitian, fungsi
budaya dan fungsi rekreasi.
            Beberapa
langkah untuk meningkatkan minat baca siswa agar membaca dan meminjam buku perpustakaan
yaitu ;
1.
Pembenahan ruang perpustakaan, tidak ada salahnya
konsep lesehan di rumah makan diterapkan di perpustakaan, sehingga menyebabkan
siswa merasa nyaman dan betah.
2.
Pembinaan koleksi perpustakaan  yang terdiri dari buku pelajaran pokok, buku
pelajaran pelengkap, buku bacaan, buku fiksi (novel, cerpen, cerbung, puisi)
dan buku sumber lainnya.
3.
Tenaga pengelola perpustakaan sekolah (pustakawan),
pustakawan harus mampu menjadikan koleksian buku dan ruangan layaknya rumah
makan yang nyaman dan mengasyikan.
Simpulannya, ada banyak cara untuk
mensiasati agar siswa rajin ke perpustakaan, selama ada kemauan untuk
menjadikan kualitas perpustakaan lebih baik, maka selama itu juga harapan masih
ada.