Cara Jitu Mengajak Siswa Mau dan Mampu Menulis di Berbagai Media

Advertisement
loading...
Bagaimana kabarnya pembaca? Semoga selalu dalam
keadaan baik. Pada kesempatan ini penulis ingin mencoba berbagi gagasan atau
sekadar mengingatkan kembali yang sebelumnya pernah dibaca atau dipelajari.
Berbicara siswa, maka akan berbicara usia yang ingin serba mencoba, bagaimana
jadinya jika rasa ingin mencoba tersebut diaplikasikan dalam keburukan,
kenegatifan? Rasanya hal tersebut akan berbahaya, namun akan menjadi kebaiakan,
jika rasa ingin mencobanya dijadikan dasar mencoba hal yang positif yang
nantinya akan berdampak positif terhadap dirinya maupun orang lain.
            Salah
satu rasa ingin mencoba pada diri remaja adalah menggunakan media internet,
media social online, bagaimana jika dibiarkan begitu saja, rasanya masa depan
remaja tersebut akan negative, sebab yang namanya internet serba ada, baik hal
yang mengajak ke neraka maupun surga.
            Salah
satu hal yang positif yang bisa dilakukan oleh remaja adalah menulis. Ketika
ada remaja yang mengatakan, saya tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang
penulis, rasanya itu bohong, sebab setiap orang memiliki kemampuan untuk
menulis, terlepas menulis apapun itu, sebab dunia ini tidak terlepas dari tulis
menulis.
            Bagaimana
caranya menjadikan remaja mau dan mampu menulis?
            Ada
beberapa cara jitu untuk menjadikan remaja rajin menulis, diantaranya seperti
yang dikatakan oleh Bambang Trim dalam bukunya “Menjadi Powerful Dai dengan
Menulis Buku,”yaitu :
            Pertama,
banyak membaca, sebagaimana yang Allah perintahkan pertama kepada Baginda Nabi
Muhamad Saw., Iqra (Bacalah), sebab dengan membaca akan menjadikan pemikiran
seseorang menjadi lebih luas, tidak kerdil, sebab dunia ini luas dan memerlukan
ilmu dalam menjalani kehidupan ini.

            Kedua,
banyak berjalan, menginstal pengalaman, sebab bagi seorang penulis atau bagi
orang yang tertarik menulis, pengalaman bisa dijadikan bahan tulisan, bahkan
bagi seorang penulis, kemiskinan itu bukan saat tidak ada harta, melainkan saat
tidak memiliki ide untuk dituangkan menjadi tulisan, baik karya ilmiah maupun
karya sastra (puisi, cerpen, dan novel).
            Ketiga,
banyak bersilaturahim, install pengalaman orang lain, setiap orang memiliki
pengalaman yang beragam, maka dari itu kita bisa “memanfaatkan” pengalaman
orang lain sebagai bahan tulisan kita. Bahkan bagi seorang penulis karya
sastra, jika ada teman, sahabat atau siapa saja yang curhat, maka curhatan
tersebut akan menjadi bahan tulisan dan itu bahan tulisan yang gratisan.

            Jika
gagasan, ide tulisan sudah ada maka selanjutnya mengembangkan menjadi tulisan.
Kalaulah kita menghitung, usia sekarang 25 tahun, kita menulis sejak usia 15
tahun, maka sudah 10 tahun kita menulis, andaikata sehari 2 halaman karya
tulis, maka 2 x 10 tahun x 365 hari, hasilnya adalah 7.300 halaman yang sudah
kita tulis, luar biasa banyak. Masalahnya hanya satu yaitu tidak mau bukan
tidak mampu, semoga ini menjadi pendorong kita agar mampu membangkitkan
semangat untuk menjadi penulis.
Advertisement
Loading...
Cara Jitu Mengajak Siswa Mau dan Mampu Menulis di Berbagai Media | afgan19 | 4.5