Mengajarkan Menulis pada Anak Didik

Advertisement
loading...
Mengajarkan
Menulis pada Anak Didik
            Keseharian manusia tidak akan
terlepas dari kegiatan menulis. Sebab menulis merupakan keterampilan ada dalam
kehidupan dan harus dilatih, baik secara teknis penggunaan alat menulis, maupun
cara menyusun kata demi kata menjadi kalimat dan paragraph.
            Belakangan ini teknologi semakin
canggih, menulis bukan sekadar di atas kertas, namun kini menulis bisa
dilakukan di handphone, computer, tablet dan teknologi lainnya. Semua teknologi
tersebut membuat kegiatan menulis jauh menjadi lebih ringan, terlebih bagi
kalangan muda yang memang sangat mudah mencerna hal baru dibandingkan dengan
orang tua. Namun, tetap saja intisarinya bukan saja penggunaan teknologinya,
melainkan yang jauh harus diperhatikan adalah penyusunan kata demi kata menjadi
kalimat dan paragraph.

            Bagaimana mengajarkan menulis pada
anak didik?
            Berbicara anak didik kita akan
langsung berpikiran perihal siswa yang belajar di sekolah. Ada usia SD, SMP dan
SMA/sederajat. Seorang anak merupakan imitator ulung. Sudah dipastikan anak
akan menjadi sosok peniru yang handal, anak akan menirukan apa yang dilihat dan
didengarnya dari orang dewasa, baik orang tuanya maupun orang yang lebih dewasa
di lingkungannya.
            Berkenaan dengan hal tersebut, maka
hal dasar yang dapat guru ajarkan kepada anak didiknya adalah jadilah sosok
guru yang rajin menulis sebuah karya, baik karya sastra maupun karya yang
lainnya. Sehingga anak didiknya akan merasakan kebanggaannya terhadap sosok
guru tersebut. Perlihatkan karya tulis guru tersebut kepada siswa, terlebih
bila dimuat disebuah majalah atau surat kabar lainnya, bukan maksud
menyombongkan diri guru tersebut namun guna memotivasi, jelaskan bagaimana
tulisan tersebut mampu di muat di surat kabar. Anak didik akan merasakan bangga
dan dalam benaknya akan terbersit, “saya harus mampu seperti guru saya.”
            Semuahanya harus perlahan, terlebih
jika yang diajarkan tersebut bukan hafalan melainkan keterampilan, Keterampilan
tidak dikuasai secara langsung, melainkan harus dilakukan beberapa kali dengan
cara latihan. Berbicara latihan menulis, maka guru bisa memberikan sebuah trik
agar anak didik menyukai tulis-menulis, dinataranya dalam satu kelas guru
menyediakan satu buku, kemudian secara bergantian setiap siswa menuliskan kata
mutiara yang ada dipikiran siswa, baik yang mereka lihat dan dengar sebelumnya
maupun kata mutiara yang dibuat oleh siswa tersebut secara langsung. Lakukan
itu semua secara rutin, untuk pertama-tama, lakukan seminggu dua kali setelah
bulan kedua, berikan intensitas menulis kata mutiara yang lebih padat, semisal
3 kali seminggu. Ketika siswa merasa bosan, berikan motivasi atau ceritakan
mengenai biografi penulis terkenal seperti Andrea Hirata, Habiburrahman, Asma
Nadia dan lainnya, sehingga motivasi siswa bangkit kembali.
            Guru jangan pesimis ketika kemampuan
siswa lambat meningkatnya, sebab yang namanya keterampilan bukan hal yang
sebentar namun perlu jangka waktu yang panjang. Kelak ketika anak didik berada
di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maka kemampuan menulisnya akan terasah
dan sudah memiliki karakter dan ciri khas.
            Tidak ada pembelajaran yang percuma,
ketika diajarkan dengan hati.

Advertisement
Loading...
Mengajarkan Menulis pada Anak Didik | afgan19 | 4.5