Ujian Nasional dan Target Lembaga Pendidikan

Advertisement
loading...
Ujian
Nasional dan Target Lembaga Pendidikan
            Sudah
memaklumi bersama, segala sesuatu yang akan naik tingkat menjadi lebih baik
harus mendapatkan ujian, baik ujian yang dilakukan secara formal maupun
nonformal. Ujian formal seperti promosi jabatan di sebuah perusahaan. Ulangan
harian, ulangan tengah semester, ulangan semester dan ujian nasional bagi siswa
tingkat akhir. Selain itu bagi kalangan mahasiswa tingkat akhir harus mengikuti
ujian skripsi dan siding komprehensif. Di antara ujian nonformal seperti manusia
yang jabatan dihadapan Allah Swt. akan ditinggikan, maka sudah dipastikan Allah
Swt., akan mengujinya.
            Seorang
guru yang akan naik pangkat, mesti melakukan penelitian dan menyusun karya
ilmiah, begitu juga dengan guru yang dinyatakan disertifikasi harus melakukan
berbagai hal guna kenaikan tingkat. Guru pun diuji guna naik tingkat, tentu
terhadap siswa pun harus diujim guna mengavaluasi sampai mana kemampuan,
pemahaman siswa terhadap mata pelajaran dipelajarinya. Nantinya menjadi bahan
evaluasi siswa, guru dan lembaga pendidikan.

            Hasil
evaluasi yang didapatkan tersebut, bukan sekadar berupa nilai-nilai semata,
namun harus menjadi rujukan bagi berbagai pihak guna meningkatkan kualitas
pengajaran dan pendidikan lembaga pendidikan tersebut. Jangan sampai hasil
evaluasi yang berupa nilai, hanya tertumpuk dalam raport yang kelak akan
dilupakan begitu saja, bahkan yang lebih miris ketika kertas ulangan siswa
dijadikan sebagai bungkus makanan.
            Sampai
kapankah evaluasi harus dilakukan? Sampai siswa, guru dan lembaga pendidikan
tersebut masih memiliki keinginan untuk berubah, sebab hakikatnya hidup ini
perubahan (dinamis) bukan statis. Manusia yang statis akan mati tergilas
kehidupan, namun bagi manusia yang dinamis, selalu berubah semakin bagi, maka
dia yang akan mengendalikan urusan dunia, bukan justru dia yang dipermainkan
dunia.
            Siswa
harus memiliki rasa ingin berubah, yang teraplikasikan dalam keseharian. Di
antaranya siswa membuat target setiap ulangan mendapatkan nilai 8 ke atas.
Setiap ulangan semester tidak boleh ada pelajaran yang diremidial, yang
nantinya terkontribusi kepada nilai-nilai raport. Bagi guru, maka harus
menentukan target perubahan seperti setiap semester harus memiliki bahan ajar
baru. Inovasi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya agar siswa tidak
bosan. Guru harus mampu mentrasfer ilmu pengetahuan dan menjadi contoh dalam
berprilaku, sebab siswa selalu meniru apa yang ada dihadapannya. Begitu juga
dengan lembaga pendidikan, harus bersinergi dengan pihak guru, komite, orang tua
siswa, supaya setiap tahunnya ada target yang dicapai, sehingga tidak statis.

Advertisement
Loading...
Ujian Nasional dan Target Lembaga Pendidikan | afgan19 | 4.5