Tips Ampuh bagi Pustakawan dalam Menata Ruang Perpustakaan

Tips Ampuh bagi Pustakawan dalam
Menata Ruang Perpustakaan
Agar menghasilkan penataan ruang perpustakaan yang optimal
serta dapat menunjang kelancaran tugas perpustakaan sebagai lembaga pemberi
jasa, sebaiknya pustakawan perlu memperhatikan aspek/hal-hal berikut ini:
1.     
Aspek fungsional
Penataan ruang harus mendukung
kinerja perpustakaan secara keseluruhan baik bagi petugas perpustakaan maupun
bagi pemakai perpustakaan. Penataan yang fungsional dapat tercipta jika antar
ruangan mempunyai hubungan  yang fungsional dan bahan pustaka, peralatan
dan pergerakan pemakai perpustakaan dapat mengalir dengan lancar. Antar ruang
saling mendukung sehinggal betul-betul tercipta fungsi penataan ruangan secara
optimal.

2.     
Aspek psikologis pengguna
Tujuan penataan ruangan adalah agar
pengguna perpustakaan merasa nyaman, leluasa bergerak di perpustakaan dan
merasa tenang. Kondisi ini dapat diciptakan melalui penataan ruangan yang
harmonis dan serasi, termasuk dalam hal penataan hal perabot perpustakaan.
3.     
Aspek estetika
Keindahan penataan ruang
perpustakaan salah satunya bisa melalui penataan perabot yang digunakan. Jika
perpustakaan bersih dan penataannya serasi maka pemakai akan merasa ingin
berlama-lama berada di perpustakaan.
4.     
Aspek
keamanan bahan pustaka
Keamanan bahan pustaka bisa
dikelompokkan dalam 2 bagian. Pertama faktor keamanan bahan pustaka dari akibat
kerusakan secara alamiah, dan kedua adalah faktor kerusakan/kehilangan bahan
pustaka karena faktor manusia. Penataan ruang harus memperhatikan kedua faktor
tersebut. Hindari masuknya sinar matahari secara langsung dengan intensitas
cahaya yang tinggi, apalagi sampai mengenai koleksi bahan pustaka. Penataan
ruang yang fungsional mampu menciptakan pengawasan terhadap keamanan koleksi
perpustakaan secara tidak langsung dari kerusakan faktor manusia.
Penataan ruang perpustakaan sekolah juga memperhatikan
beberapa hal antara lain penataan meja dan kursi, penerangan, warna dan udara.
Berikut akan dibahas komponen-komponen tersebut.
Dalam perpustakaan sekolah, penataan meja dan kursi belajar
yang baik dapat menimbulkan rasa nyaman, aman dan tenang bagi siswa. Penataan
meja dan kursi ini diintegrasikan dengan tempat atau rak-rak buku. Perpustakaan
sekolah juga hendaknya melakukan penataan meja dan kursi belajar untuk berbagai
kepentingan yaitu kepentingan belajar perseorangan, diskusi kelompok dan
kepentingan belajar kelompok.
Meja dan kursi untuk kepentingan belajar kelompok sebaiknya
ditata dan ditempatkan di ruang-ruang tersendiri, yaitu ruang belajar kelompok.
Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kegaduhan yang mengganggu orang lain
yang sedang belajar secara perorangan. Ruang belajar kelompok bisa dipakai 3 –
15 orang. Jika tidak ada ruang untuk belajar kelompok, maka penempatan meja dan
kursi untuk belajar kelompok ditempatkan agak jauh dari tempat belajar
perorangan atau dapat dibatasi dengan rak-rak buku.(Bafadal, 2004:47)
Perpustakaan sekolah juga membutuhkan penerangan agar
pustakawan dan petugas perpustakaan dapat menjalankan tugasnya dengan baik,
efisien dan tanpa mengalami kesalahan. Pengunjung perpustakaan juga memerlukan
penerangan untuk membaca buku. Penerangan yang baik adalah penerangan yang
tidak melelahkan mata, tidak mengurangi daya penglihatan dan tidak menyilaukan.
Tata ruang perpustakaan yang baik tidak akan menimbulkan ruangan menjadi gelap
atau terlalu terang. Penerangan yang dipakai untuk perpustakaan sekolah dapat
menggunakan penerangan buatan manusia dan penerangan alami.
1.     
Penerangan buatan manusia
Penerangan buatan manusia bisa
berupa sinar lampu. Hal yang perlu diperhatikan adalah sinar lampu yang dipakai
jangan bersifat langsung karena terlalu terang dan menimbulkan bayangan.
Sebaiknya sinarnya bersifat tidak langsung, sinar tersebut diatur sedemikian
rupa sehingga sinar lampu memancar ke arah langit-langit ruang perpustakaan
sekolah dan oleh langit-langit dipantulkan kembali ke arah permukaan ruang
perpustakaan sekolah.
2.     
Penerangan alami
Penerangan alami berupa sinar
matahari, sehingga meja, kursi dan rak buku harus diatur sedemikian rupa agar
ruang perpustakaan memperoleh penerangan sinar matahari yang baik. (Bafadal,
2004:48)
Penataan ruang perpustakaan juga harus memperhatikan warna
dinding ruangan. Warna yang tepat akan mencegah kesilauan, sebab warna yang disoroti
oleh sinar akan memantulkan kembali sinar tersebut sesuai dengan daya
pantulnya. Oleh karena itu warna yang digunakan jangan terlalu terang atau
gelap. Gunakan warna yang bersifat sejuk.
Penataan ruang perpustakaan juga harus memperhatikan udara
agar pustakawan, petugas perpustakaan dan pengunjung dapat menjalankan
aktivitasnya dengan baik, tenang dan nyaman. Udara tidak boleh panas atau
lembab. Udara yang panas akan membuat orang menjadi ngantuk dan cepat lelah
sedangkan udara yang lembab akan menekan perkembangan kreativitas berpikir dan
menimbulkan jamur yang dapat merusak buku. Cara yang dapat ditempuh untuk
mengatasi hal ini adalah menggunakan alat-alat modern seperti AC. Jika sekolah
tidak mampu membelinya, maka cara yang dapat dilakukan adalah menata ruang
perpustakaan sekolah sedemikian rupa sehingga lubang udara atau jendela tidak
tertutup.
Hal yang terpenting dalam menata ruang perpustakaan sekolah
yakni adanya sirkulasi udara yang akan membuat pembaca nyaman. Semoga dengan
upaya penataan perpustakaan tersebut akan menjadikan perpustakaan penuh dengan
pembaca dan peminjam buku. Jayalah Perpustakaan Indonesia!!!