Sudah Tahukah Beberapa Tipe Guru Dalam Mengajar?

Sudah Tahukah Beberapa Tipe Guru
Dalam Mengajar?
          Guru
merupakan profesi yang begitu memiliki wibawa. Bahkan di zaman dulu, guru
dipandang serba segalanya. Saat ada permasalahan di suatu lingkungan, biasanya
guru dimintai bantuannya sebagai penengah, untuk menyelesaikan permasalahan.
            Bagaimana
dengan profesi guru di zaman sekarang setelah reformasi ini?
            Kalaulah
boleh menjawab, maka jawabannya beraneka ragam. Mungkin, mengapa jawabannya
seperti itu, karena belakangan ini banyak berita di media cetak maupun
elektronik mengenai sosok guru, ada pemberitaan positif dan tidak sedikit
pemberitaan yang negative.
            Bagaimana
dengan proses pembelajaran yang dilakukan guru? Apakah sudah sesuai dengan
aturan yang ditentukannya?

            Sebelum
menjawab itu semua, kita selaku masyarakat mesti mengetahui, pada kenyataannya
pengertian guru adalah seseorang pengajar, pengertian khususnya yang bergelar
sarjana, terlebih lulusan pendidikan. Namun, secara statusnya ada beberapa, di
antaranya guru sukwan (sukarelawan), guru honorer, guru honorer, guru PNS, guru
sertifikasi dan ada guru PNS yang sudah sertifikasi. Beberapa status guru
tersebut mempengaruhi besaran bayarannya, ada yang sekadarnya, sesuai, cukup,
lumayan bahkan ada yang sangat lebih dari cukup, khususnya guru PNS sudah sertifikasi.
            Bagaimana
dengan kinerjanya saat mengajar? Tentunya beraneka ragam, ternyata tidak 100 %
guru PNS dan sertifikasi memiliki jaminan kinerjanya baik, pada kenyataannya
ada yang lebih “tragis” dibandingkan guru sukwan dan honorer. Ntah factor apa
yang menyebabkannya, namun kenyataannya memang ada dan bukan sedikit.
            Tipe
mengajar seorang guru ketika ada bagian mengajar, di antaranya :
1.    Tipe
Disiplin (Ideal)
Tipe guru seperti ini, cirinya
datang tepat waktu bahkan lebih awal, serta pulang tepat waktu bahkan lebih.
Sebelum mengajar sudah disiapkan, baik Silabus, RPP. Metode Pembelajaran,
termasuk Media Pembelajarannya pun sudah diatur sedemikian rupa. Ulangan sesuai
dengan ketentuan, nilai dimasukan, ada tugas diperiksa dan masuk pada agenda
guru/ administrasi guru, sehingga nilai pada raport adalah nilai kemampuan
siswa, dengan pertimbangan sikap anak didik.
2.    Tipe
Asal Masuk
Secara kehadirannya jarang, bahkan
ketika kepala sekolahnya banyak keperluan di luar, justru itu yang menjadi
kesenangannya. Dia akan merasakan bebas tanpa ada tekanan, sebab dia bisa
melakukan hal lain selain mengajar, padahal saat itu ada jam pelajaran.
3.    Tipe
Terima Gaji
Kehadirannya sudah dipastikan saat
tanggal muda, atau saat ada kegiatan sekolah yang kemungkinan ada uangnya. Jika
kegiatan di sekolahnya kegiatan organisasi, eskul yang tidak ada uangnya, dia
tidak akan mau hadir, bahkan tidak akan memperdulikannya, namun saat ada
kegiatan yang mengeluarkan uang besar dari bendahara sekolah atau orang tua
siswa maka tipe seperti ini akan muncul, mungkin lebih kasarnya tipe guru
“proyek”.
Semoga hal tersebut
dapat memberikan masukan kepada diri kita agar mampu bermuhasabah, untuk
kebaikan dunia pendidikan ke depannya.