Sosok AKBP. Asep Saepudin,S.AK., di mata Warga Kota Banjar

Sosok
AKBP. Asep Saepudin,S.AK., di mata Warga Kota Banjar
            Tulisan
ini sekadar berbagi kisah mengenai penulis dengan sosok Mantan Kaporesta
Banjar, yang beberapa hari ke belakang telah dipindah tugaskan menjadi
Kaporesta Tasikmalaya. Sosok yang penuh dedikasi ini berperawakan tinggi besar
dan penuh dengan wibawa. Semoga hal tersebut akan tercermin pula ketika beliau
menjadi sosok nomor 1 di Poresta Tasikmalaya.
            Secara
wilayah memang sangat jauh berbeda antara Kota Banjar dengan Kota Tasikmalaya.
Hal tersebut akan beriringan dengan banyaknya masalah yang timbul, daerah hukum
yang semakin luas, serta paradigm, kehidupan, keseharian warga kedua kota
tersebut pun berbeda, termasuk ekspos media di Kota Banjar dan Tasikmalaya
memang jauh berbeda.

            Kenangan
bersama beliau (AKBP. Asep Saepudin) mungkin terjadi setahun yang lalu, ketika
ada kegiatan Pertamina yang melakukan peledakan diwilayah Kota Banjar yang
disinyalir mengandung banyak bahan mentah minyak. Ada sedikit kesalahfahaman
antara pihak Pertamina dan warga di beberapa lingkungan di Kota Banjar, hingga
timbulah aksi audiensi lingkungan tersebut ke beberapa kelurahan di Kota
Banjar.
            Aksi
apapun yang dilakukan warga, pasti harus mendapatkan izin dari kepolisian
setempat agar tidak dipandang ilegal. Ketika mendapatkan izin dari Poresta
Banjar, di hari aksi audiensi tersebut ada sekitar 2 mobil Dalmas polisi yang
mengawas, karena memang jumlah warga yang ikut audiensi berkisar 350 orang,
mulai dari remaja hingga ibu-ibu rumah tangga.
            Saat
audiensi tidak ada titik temu di antara warga, Pertamina dan Lurah setempat,
ternyata tidak disangka datang Kaporesta Banjar dan duduk di antara pihak yang
berselisih. Beliau ternyata sudah memperhatikan audiensi sejak awal di
belakang, dan sudah membaca permasalahan yang terjadi. Beliau kemudian menjadi
moderator sekaligus inisiator penyelesaian kesalahfahaman beberapa pihak
tersebut, hingga akhirnya ada titik temu.
            Dari
kejadian tersebut sosok AKBP. Asep Saepudin merupakan sosok bijaksana, beliau
berbicara ketika sudah melihat, mendengar, memahami, mengerti apa yang menjadi
kesalahfahaman. Terkadang banyak kalangan terutama pejabat pemerintahan yang
langsung berbicara begitu saja, padahal sebelumnya tidak tahu menahu akan apa
yang sedang dibahas, namun sosok AKBP Asep Saepudin sosok bijaksana, semoga hal
tersebut dapat dilakukan juga di Kota Tasikmalaya yang memang heterogen, baik
ekonomi, kehidupan, dan gaya hidup masyarakatnya.
            Setelah
hari audiensi tersebut, ternyata Mantan Kaporesta Banjar kini beralih tugas ke
Tasikmalaya, melakukan silaturahim ke beberapa kelurahan, terutama yang
sebelumnya melakukan audiensi karena permasalahan dengan Pertamina yang
melakukan pengeboran.
            Silaturahim
tersebut dinamakan dengan “KOMAR” banyak kalangan yang mengira itu nama
pelawak, namun yang dimaksud oleh AKBP. Asep Saepudin adalah Komunikasi Malem
Rebo (Komunikasi Malam Rabu). Agenda “KOMAR” tersebut selalu dilakukan oleh
Kepolisian Kota Banjar selama AKBP. Asep menjadi Kaporesnya.
            Tujuan
dari kegiatan “KOMAR” tersebut untuk mendengarkan keluh kesah warga sekitar,
aspirasi, masalah, terutama yang berhubungan dengan hukum. Banyak masyarakat
yang bercerita mengenai banyaknya kos-kosan yang bercampur antara pria dan
wanita, bahkan tidak memiliki batasan jam kunjung, curanmor, hinga menanyakan
cara membuat SIM, sebab banyak masyarakat yang merasa enggan jika masuk ke
kantor Polisi.
            Dan
kini, ketika beberapa hari AKBP. Asep Saepudin sudah dilantik menjadi Kaporesta
Tasikmalaya, sebuah televisi menyiarkan bahwa AKBP. Asep Saepudin beserta
jajarannya melakukan “KOMAR” kembali di Kota Tasikmalaya.
            AKBP.
Asep Saepudin, ke depannya akan banyak terekspos oleh media melebihi saat
dirinya ditugaskan di Kota Banjar. Sebab Kota Tasikmaya merupakan kota yang
wilayahnya luas, masyakat yang sudah masuk perkotaan layaknya Bandung, banyak
pusat hiburan, dan yang jangan dilupakan bahwa Tasikmalaya merupakan Kota
Santri, tentunya perlu banyak pendekatan layaknya pesantren. Media akan menjadi
sarana, sarana yang berguna untuk dua hal, satu akan menjadikan AKBP. Asep
Saepudin, semakin dipuji, dibanggakan karena melakukan banyak terobosan yang
langsung terekspos media, berbeda ketika di Banjar yang tereksposnya masih
terbatas. Namun, sisi lain, ketika beliau melakukan atau memutuskan hal yang
dianggap kurang tepat maka media pun menjadi garda pertama yang menyebarluaskan
berita tersebut. Jadi, beliau beserta jajarannya mesti pintar-pintar membaca
peta kehidupan di Tasikmalaya, sebab disetiap tindakan jajaran kepolisiannya,
maka di sampingnya sudah siap kamera-kamera media meliput dan
menyebarluaskannya.

            Selamat
menjalankan tugas, semoga bapak selalu dalam bimbingan Yang Maha Kuasa. Aamiin.