Host D’Academy, Sekadar Tontonan Bukan Tuntunan Pendidikan

Advertisement
loading...
Host
D’Academy, Sekadar Tontonan Bukan Tuntunan Pendidikan
            Pendidikan
di Indonesia diharapkan ke depannya lebih baik, ada beberapa pihak yang memang
berperan dalam dunia pendidikan, selain kebijakan pemerintah yang pro, kualitas
pengajar, siswa serta materi yang diajarkan. Namun, belakangan ini dengan
pesatnya teknologi, media social tidak bisa dilepaskan dalam membentuk karakter
peserta didik.
            Banyak
kalangan yang gara-gara media social bermasalah, hingga belakangan ini
prostitusi beredar secara online, belum lagi masalah narkoba, penculikan,
perzinaan yang semuanya diawali dari penggunaan media social yang tidak
bertanggungjawab. Media social bagaikan pisau atau golok, ketika yang
menggunakannya memiliki keterampilan, tanggung jawab dan tujuan, maka akan
mendatangkan hasil, namun ketika yang menggunakannya asal-asalan, jangan harap
orang disampingnya selamat.
            Selain
media social, belakangan ini dunia pertelevisian begitu getol menampilkan acara
hiduran yang tidak mendidik. Tengok saja Dangdut Academy, KDI, atau beberapa
tayangan lainnya yang justru seakan memberikan ide kepada penonton untuk
berbuat jahat, seperti bagaimana berselingkuh, bagaimana mencuri, bagaimana
membunuh, bagaimana merencanakan kejahatan, semua dipertontonkan oleh tayangan
televisi, baik secara langsung atau tidak langsung.
            Ada
hal kecil yang sangat misris bagi kami selaku pengajar, penampilan (gaya
rambut) host di Dangdut Academy belakangan ini dicontoh oleh pelajar di
Indonesia, tengok saja Irfan Hakim, Ramzi, Ivan Gunawan dan lainnya yang
memotong rambut tipis seleuruh bagian pinggirnya, namun bagian atas atau tengah
dan belakangnya masih panjang. Belakangan ini gaya rambut semacam itu banyak
dilakukan oleh siswa. Selain dari itu dari cara berpakaiannya sangat miris bagi
dunia pendidikan di Indonesia, celana pensil yang digunakan artis seakan
menjadi contoh ampuh, dibandingkan dengan aturan, tata tertib sekolah
Mereka para artis
memotong rambut penuh dengan sensasi atau gaya mendapatkan uang jutaan, namun
kami selaku guru sangat miris melihat kejadian tersebut. Capenya kami pihak
sekolah membuat aturan, tata tertib, bahkan melakukan tindakan hukuman guna
mendidik agar siswa berpenampilan khususnya gaya rambut agar rapi, namun
gara-gara penampilan host tersebut aturan, tatatertib, hukuman kami dari pihak
sekolah bagaikan angin lalu. Memang benar, guru digaji kecil untuk memperbaiki
penampilan dan moral generasi bangsa, namun artis dibayar mahal justru untuk
mengacak-acak dunia pendidikan Indonesia.

            Semoga
ke depannya para PH dapat berpikir dan bertindak arif dalam membuat sebuah
acara yang bukan sekadar tontonan, rame, iklan banyak, namun harus juga
berpikir generasi bangsa Indonesia, ke depannya mau dibagaimanakan jika
penampilan artinya cak-acakan.
Advertisement
Loading...
Host D’Academy, Sekadar Tontonan Bukan Tuntunan Pendidikan | afgan19 | 4.5