Dunia Remaja dan Bahasa Gaul Kesehariannya dalm Sebuah Penelitian

Advertisement
loading...
Dunia Remaja dan Bahasa Gaul Kesehariannya dalm Sebuah
Penelitian
Apa dan Bagaimana Bahasa
Gaul itu?
Terdapat dua situasi
yang menggolongkan pemakaian bahasa di dalam masyarakat, yaitu situasi resmi
dan tidak resmi. Bahasa yang digunakan pada situasi resmi menuntut penutur
untuk menggunakan bahasa baku, bahasa formal. Contohnya adalah pidato, kuliah,
rapat, ceramah umum, dan lain-lain. Dalam bahasa tulis bahasa resmi banyak
digunakan dalam surat dinas, perundang-undangan, dokumentasiresmi, dan dan lain-lain.Situasi
tidak resmi akan memunculkan suasana penggunaan bahasa tidak resmi juga.
Kuantitas pemakian
bahasa tidak resmi banyak tergantung pada tingkat keakraban pelaku yang
terlibat dalam komunikasi. Dalam situasi tidak resmi, penutur bahasa
tidak resmi mengesampingkan pemakaian bahasa baku atau formal. Kaidah dan
aturan dalam bahasa-bahasa baku tidak lagi menjadi perhatian. Prinsip yang
dipakai dalam bahasatidak resmi adalah asal orang yang diajak bicara bisa
mengerti. Situasi semacam inidapat terjadi pada situasi komunikasi remaja di
sebuah mal, interaksi penjual dan pembeli, dan lain-lain. Dari ragam
bahasa tidak resmi tersebut, selanjutnyamemunculkan istilah yang disebut dengan
istilah bahasa gaul.

Lubis Grafura
(Grafura, 2009) mengkhawatirkan terkikisnya bahasa Indonesia yang baik dan
benar di tengah arus globalisasi. Kecenderungan masyarakat ataupun
para pelajar menggunakan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari semakin
tinggi. Dan yang lebih parah makin berkembangnya bahasa gaul yang mencampuradukkan
bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Saat ini bahasa gaul telah
banyak terasimilasi dan menjadi umum. Bahasa gaul sering digunakan sebagai
bentuk percakapan sehari-hari dalam pergaulan di lingkungan sosial bahkan dalam
media-media populer serperti TV, radio, dunia perfilman nasional, dan digunakan
sebagai publikasi yang ditujukan untuk kalangan remaja oleh majalah-majalah
remaja populer Seperti halnya bahasa lain, bahasa gaul juga mengalami
perkembangan. Perkembangan tersebut dapat berupa penambahan dan pengurangan
kosa kata. Tidak sedikit kata-kata yang akan menjadi kuno (usang) yang
disebabkan oleh tren dan perkembangan zaman. Maka dari itu, setiap
generasi akan memiliki ciri tersendiri sebagai identitas yang membedakan dari kelompok
lain. Dalam hal ini, bahasalah sebagai representatifnya.
Dari segi fungsinya,
bahasa gaul memiliki persamaan antara slang, dan prokem. Kosa kata bahasa
remaja banyak diwarnai oleh bahasa prokem, bahasa gaul, dan istilah yang pada
tahun 1970-an banyak digunakan oleh para pemakai narkoba (narkotika,obat-obatan
dan zat adiktif). Hampir semua istilah yang digunakan bahasa rahasia diantara
mereka yang bertujuan untuk menghindari campur tangan orang lain. Bahasa gaul
remaja merupakan bentuk bahasa tidak resmi. oleh karenanya bahasa gaul remaja
berkembang seiring dengan perkembangan zaman, maka bahasa gaul dari masa ke
masa berbeda. Tidak mengherankan apabila bahasa gaul remaja digunakan
dalam lingkungan dan kelompok sosial terbatas, yaitukelompok remaja. Hal ini
berarti bahwa bahasa gaul hanya digunakan pada kelompok sosial yang
menciptakannya. Anggota di luar kelompok sosial tersebut sulit
untuk memahami makna bahasa tersebut.
Bagaimana Sejarah
Pemakaian Bahasa Gaul
Bahasa gaul tidak
hanya muncul belakangan ini saja, tetapi sudah muncul sejak awal 1970-an.
Waktu itu bahasa khas anak muda biasa disebut bahasa prokem atau bahasa
okem. Salah satu kosakata bahasa prokem yang masih sering dipakai sampai
sekarang adalah “bokap”.Bahasa prokem awalnya digunakan oleh para
preman yang kehidupannya dekatsekali dengan kekerasan, kejahatan, narkoba, dan
minuman keras. Istilah-istilah baru mereka ciptakan agar orang-orang di luar
komunitas mereka tidak mengerti. Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi
bersembunyi untuk membicarakan hal negatif yang akan maupun yang telah mereka
lakukan.Karena begitu seringnya mereka menggunakan bahasa sandi mereka itu
di berbagai tempat, lama-lama orang awam pun mengerti yang mereka maksud.
Akhirnya mereka yang bukan preman pun ikut menggunakan bahasa ini dalam obrolan
sehari-  hari sehingga bahasa prokem tidak lagi menjadi bahasa rahasia.
Istilah dalam bahasa prokem seperti mokal, mokat, atau bokin dan
lain-lain.
Dalam bahasa prokem,
kata dibentuk dengan menyisipkan “ok” di tengah katayang bagian akhirnya
dibuang. Contoh: preman, dibuang “an”-nya dan disisipkan
“ok”di tengah, dan preman pun berubah menjadi prokem. Sepatu yang
menjadi sepokat dan duit jadi doku. Juga ada kata yang dibolak-balik seperti
pusing menjadi suping.(Wikipedia: 2005)Pada tahun 1970-an, Dengan motif yang
kurang lebih sama dengan para preman,kaum waria juga menciptakan sendiri bahasa
rahasia mereka. Sampai sekarang kitamasih sering mendengar istilah
“bencong” untuk menyebut seorang banci. Pada perkembangannya,
konon para waria atau banci inilah yang paling rajin berkreasimenciptakan
istilah-istilah baru yang kemudian memperkaya khasanah
perbendaharaan bahasa gaul. Anak muda 1970-an memperkenalkan asoy untuk
asyik dan ajojing untuk  berdisko. Pada masa itu, Teguh Esha, lewat
novel Ali Topan Anak Jalanan (1972) dansekuelnya, Ali Topan: Detektif
Partikelir (1973), mempopulerkan bahasa prokem yangaslinya dari bahasa para
preman (Tajudin, Tempo: 2007).Pada 80-an bahasa gaul anak muda makin marak.
Sebagai bahan teori,
berikut adalah sejarah dari beberapa kata dalam bahasa gaul tersebut:
a.       Nih Yee, Ucapan
ini terkenal di tahun 1980-an, tepatnya November 1985. pertama kaliyang
mengucapkan kata tersebut adalah seorang pelawak.
b.      Memble dan Kece,
Kata memble dan kece merupakan kata-kata ciptaan khas Jaja Mihardja.
Selanjutnya ada pula pada tahun 2010 muncul lagu memble tapi kece.
c.       Nek, Setelah
kata Boo… popular, tak lama kemudian muncul kata-kata Nek… yang
dipopulerkan anak-anak SMA di pertengahan 90-an. Kata Nek… pertama kali
diucapkan oleh Budi Hartadi seorang remaja di kawasan kebayoran yang tinggal
bersamaneneknya. Oleh karena itu, lelaki yang latah tersebut sering mengucapkan
kata Nek…(Grafura, 2006).
d.      Terus gue harus bilang
waw, gitu..,
 di populerkan oleh salah satu iklan kartu perdana.
e.       Sesuatu, dipopulerkan oleh penyanyi Syahrini, penyanyi
tersebut memang sering melontarkan kata-kata yang unik sehingga sering diikuti
oleh anak muda. Ada lagi yang beru keluar akhir-akhir ini adalah “Cetar
Membahana Badai
f.       Ciyus mie apah, populer
pada tahun 2012 oleh presenter yang bernama Ananda Omes. Dan juga dipakai pada
salah satu iklan kartu. Yang berasal dari kata “Serius Demi Apa”
Selama ini bahasa anak
muda cuma dianggap bahasa cakapan temporer yang tidak baku dan harus ditulis
miring. Bahasa itu dianggap seperti tren pakaian anak muda yang terus berganti
bersama musim atau sebagai satu bentuk pemberontakan dan keisengan anak muda,
atau cara mereka keluar dari kekakuan bahasa baku. Artinya biarkan bahasa
itu berkembang di koridor yang berbeda.
Bagaimana Ciri-Ciri
Bahasa Gaul
Ragam bahasa gaul
memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan
cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan
diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang
lebih pendek seperti permainan menjadi mainan, pekerjaan menjadi kerjaan.
Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal.
Bentuk-bentuk elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi
lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap.
Dengan menggunakan struktur yang pendek, pengungkapan makna menjadi lebih cepat
yangsering membuat pendengar yang bukan penutur asli bahasa Indonesia
mengalamikesulitan untuk memahaminya (Grafura, 2006).Ada banyak ragam bentukan
bahasa gaul. Berikut ini penjelasan singkat beberapa metode atau rumus
dalam membentuk atau memodifikasi kata, anatara lain:
a.       Tambahan sisipan ko.
Dalam bahasa prokem, kata dibentuk dengan
menyisipkan “ok” di tengah katayang bagian akhirnya dibuang. Contoh:
preman, dibuang “an”-nya dan disisipkan “ok”di tengah, dan
preman pun berubah menjadi prokem. Sepatu yang menjadi sepokat danduit jadi
doku (Wikipedia: 2005).
Contoh lainnya:
Mati – mokat
Bini – bokin
Beli – bokel
Bisa – bokis
b.      Kombinasi e + ong 
Kata bencong itu bentukan dari kata banci yang
disisipi bunyi e dan ditambahakhiran ong. Huruf vokal pada suku kata pertama
diganti dengan e. Huruf vokal padasuku kata kedua diganti ong (Magnum, 2006).
Contoh lain:
Makan – mekong
Sakit – sekong
Laki – lekong
Lesbi – lesbong
Mana – menong
Ada juga waria yang kemudian mengganti
tambahan ong dengan es sehingga bentukankatanya
Banci – bences
Laki – lekes


c.       Tambahan sisipan Pa/pi/pu/pe/po
Setiap kata dimodifikasi dengan penambahan
pa/pi/pu/pe/po pada setiap sukukatanya. Maksudnya bila suku kata itu bervokal
a, maka ditambahi pa, bila bervokal iditambahi pi, begitu seterusnya (Magnum,
2006).
Contoh:
Mati – ma (+pa) ti(+pi) – mapatipi
Cina – ci (+pi) na (+pa) – cipinapa
Gila – gi (+pi) la(+pa)
– gipilapa
Tilang – ti (+pi) la(+pa)ng – tipilapang
d.      Tambahan Sisipan in
Pernah dengar istilah lines? Lines itu artinya
“lesbi”. Rumusnya, setiap suku kata pertama disisipi in. Kata les-bi
disisipi -in jadi l(in)es b(in)I = linesbini. Biar gampangsering disingkat jadi
lines saja (Magnum, 2006).
Contoh lain:
Banci – b(in)an-c(in)i – binancini
Mandi – M(in)an-d(in)i – Minandini
Toko – t(in)o-k(in)o – tinokino
Homo – h(in)o-m(in)o ± hinomino
4.      Bahasa Gaul Sebagai Solidaritas Kaum Muda
Terlepas merusak bahasa baku atau tidak,
istilah dan kosakata baru (bahasa gaul)semakin memperkaya khasanah bahasa
Indonesia. Para pengguna Bahasa Indonesiaharus mampu membedakan antara yang
baku dan yang berkembang (bahasa gaul). Kitasemua tahu bahwa bahasa Indonesia
telah memiliki format yang baik dan benar. Namuntidak bisa dipungkiri, akibat
perubahan jaman yang begitu cepat melesat, munculahistilah-istilah baru. Entah
siapa yang menciptakan dan mempopulerkan, tiba-tiba sajakita sering
diperdengarkan oleh kosakata-kosakata yang tidak pernah kita
dengar sebelumnya.Kalangan orang tua seringkali merasa prihatin terhadap
fenomena bahasa gaul,mereka menganggap jaman sekarang semakin anak bergaul,
efek buruknya anak  berpotensi lebih menyerap kata kata yang tidak
pantas dan sopan.Dari sekian banyaknya kosakata bahasa gaul sejak awalnya dulu,
sejalan dengan perubahan jaman dan generasi, bahasa gaul pun juga ikut
mengalami perubahan sesuaidengan selera generasinya.
Beberapa contoh bahasa gaul :
Garink : tidak
lucu,                                                             Jablay : jarang
dibelai
Pasutri : pasukan suami takut
istri                   Cimut
: ciuman maut
Kemek :
makan                                               Hasem
: ingin merokok 
Skull :
sekolah                                                 Kull
: kuliah
Meneketehe : mana aku
tahu                          Kemsi
: Kemek siang (makan siang)
Parno :
Paranoid                                              Sherina
: Serius na
Marsyanda : Masa oloh serius
na                    Tp
: tebar pesona
Gaptek : gagap
teknologi                                Neting
: Negatif Thinking
Doror : Double
eror                                         Bapuk
: jelek/buluk 
Caur :
hancur                                                   Gazebo
: Gak zelas bo..(tidak jelas) 
Nembak : menyatakan
cinta                            Jadian
: pacaran
Tase :
bermesraan                                            Tababmerematahua
: (udah yang palng jelek!)
AA Gym GTL : agak agak gimana gitu
loh!  Bokis : bohong
Jorki : Joker
(jorok)                                         Pewe
: Posisi
(Wu)                 
enak Songong :
belagu                                    Pecun
: perek culun                            
SMS : suka sama
suka                         Sodokur
: sodara (saudara)                            
Titi kamal : hati-hati kalau
malam                   Balon
: bakal
calon                             
Tajir : Orkay (orang kaya)                                jadul : jaman
dulu                                              
Ciamik :
bagus                                                Cingcay
lah : lumayan lah      
Jarpul : jarang
pulang                                      Macacci
: masa sih
SMP : sehabis makan
pulang                          Capcus
: cabut (pulang/pergi)
Makaci :
terimakasih                                       bekibolang
: belok kiri boleh 
brondong : lebih
muda                                    brownis
: brondong manis
cemat : cewek
matre                                       cemen
: gak ada nyali (takut)
CDMA : cape deh males
ah                            Ember
: iya (benar/setuju)
Menyimak asal muasal bahasa gaul, ada sebuah
penafsiran bahwa dalam dunia muda berlaku simbol-simbol yang simple, mudah
diucapkan, akrab ditelinga, danspontan. Jika ada sebuah kata yang dianggap baru
dan tepat untuk menggambarkansuatu keadaan maka dengan cepat akan segera
diadopsi.
            Demikianlah
beberapa bahasa gaul semaja di zaman sekarang, Ntah dari mana dan bagaimana
remaja mengenal dan menggunakannya. Rasanya bahasa tersebut tidak mungkin
diajarkan orang tua dan guru-gurunya.

Incoming search terms:

Advertisement
loading...
Dunia Remaja dan Bahasa Gaul Kesehariannya dalm Sebuah Penelitian | afgan19 | 4.5