Dunia Pendidikan Kota Banjar Kini Heboh Kembali

Advertisement
loading...
Dunia
Pendidikan Kota Banjar Kini Heboh Kembali
Kasus pencabulan anak di bawah umur kini terjadi kembali. Kasus
Pencabulan tersebut dilakukan oleh Su, terhadap gadis belia berinisial IL (15),
asal Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, mendapat
banyak kecaman dari berbagai pihak. Kejadian tersebut telah mencoreng dunia
pendidikan, khususnya di Kota Banjar.
 Salah seorang tokoh masyarakat menyatakan kasus
ini telah mencoreng dunia pendidikan. Apalagi guru adalah sebuah profesi yang
tidak main-main. Tidak sepantasnya seorang guru, berbuat tidak senonoh kepada
muridnya sendiri. Guru pantasnya itu digugu dan ditiru bukan justru membuat
dunia pendidikan semakin runyam. Belum lagi secara nasional banyak persoalan
mengenai kebocoran Naskah UN, kini malah dikotori dengan perilaku asusila.
Kita mengetahui, dahulu profesi guru
sangat dipuja, namun kini, seiring dengan maraknya aksi negatifnya oknum guru,
kredibilitasnya makin dipertanyakan. Banyak dugaan kasus seperti ini tidak
hanya dialami oleh IL saja, melainkan siswi atau pelajar yang lainnya, dan
mungkin terjadi pula di kota/kabupaten lainnya.
Nasi sudah menjadi bubur, namun
kejadian ini jangan sampai terulang kembali dan usaha sekarang adalah bagaimana
caranya masa depan pelajar tersebut tidak terpuruk, sebab siswi tersebut
hanyalah korban. Pemerintah Kota Banjar segera menindak tegas para oknum guru
yang justru merusak masa depan para pelajar perempuan yang ada di Kota Banjar.

Banyak hal yang perlu dilakukan oleh
Pemerintah Kota Banjar, yakni dengan tidak membangun fasilitas yang justru
membuat tindak asusila semakin merambah luas. Sebab, sering orang liat, banyak
anak usia remaja, pemuda-pemudi yang begitu asiknya bercengraman di beberapa
tempat di Kota Banjar, seperti Taman Kota, yang tadinya diperuntukan rekreasi,
huburan namun sebagai remaja malah dijadikan tempat “ketemuan” dengan
pasangannya, hingga beberapa waktu lalu adanya komunitas LSL (Lelaki Suka
Lelaki). Hal ini tentu sangat memperihatinkan khususnya untu Kota Banjar. 
Selain Taman Kota yang sering
disalah gunakan tempat lainnya, lingkungan Pusat Dakwah Islam yang berhadapan
dengan terminal dan Gedung Kesenian. Tengoklah diwaktu sore dan malam, banyak
pasangan belum mahram justru bercengraman di tempat tersebut. Belum lagi tempat
santai disepanjang aliran Sungai Citanduy yang sering remaja bilang Taman
Cinta. Sungguh tragis ketika nama sebuah tempat disandangkan karena kebiasaan.
Itu tempat rekreasi di pusat kota, belum lagi di daerah Langensari yang kini
banyak dibangun fasilitas umum, dan yang tak kalah pentingnya yang sekarang
ramai dibicarakan yakni Banjar Indah Plaza.

Mengajar itu gampang, namun mendidik yang
sulit. Guru manapun tidak akan mampu mendidik siswa dengan baik, ketika tidak
ada peran aktif orang tua dan Pemerintah guna mencegah berbagai tindakan negative. Maka dari itu sudah seyogianya Pemerintah tidak memberikan ruang
bebas dengan pembangunan yang justru disalah gunakan remaja. Harus jelas dulu
peruntukan dan aturannya untuk apa dan bagaimana, sebab jika tidak seperti itu, jangan
berharap dunia pendidikan akan semakin baik.
Advertisement
Loading...
Dunia Pendidikan Kota Banjar Kini Heboh Kembali | afgan19 | 4.5