Dahsyat!!! Polda Sumsel Rekrut Polisi dengan Jalur Hafidz Al-Qur’an

Advertisement
loading...
Dahsyat!!! Polda Sumsel Rekrut Polisi dengan Jalur
Hafidz Al-Qur’an
            Ditengah
stigma negative mengenai Polisi Rebublik Indonesia (Polri), yang beberapa kali
membuat tindakan penangkapan yang sangat popular dengan kontroversinya,
ternyata masih banyak hal yang patut diacungi jempol, khususnya bagi Kepolisian
Daerah Sumatera Selatan. Jarang dan tak lazim pengrekrutan Polisi yang
dilakukan Polda tersebut, bahkan harus menjadi contoh bagi Polda-Polda lainnya.
            Stigma
sebelumnya yang tercap kepada pengrekrutan Polisi  yakni seleksi harus ada 3 D (deukeut, dulur,
dan duit). Stigma tersebut tidak hanya dalam kurun waktu 1 pengrekrutan, namun
sangat turut-temurun stigmanya. Bahkan yang lebih vulgar lagi, berita tersebut
sudah tersebar di masyarakat, seakan sudah menjadi rahasia umum. Terlepas dari
benar atau tidak rasanya masyarakat tidak akan mengambil kesimpulan secara
umum, kalau hal tersebut tidak terjadi sama sekali.

            Namun,
hal berbeda dan menjadi stigma positif diperlihatkan oleh jajaran Polda
Sumatera Selatan, yang melakukan pengrekrutan dengan jalur penghafal Al-Qur’an
(Hafidz). Dari cara tersebut ternyata Polda Sumsel mendapatkan orang-orang yang
sungguh luar biasa kemampuannya, baik secara akademik maupun fisik.
            Ada
beberapa yang sudah lulus, yaitu Rizka Munawarah, Jamzam, Muhamad Husein, M.
Galeh Prima, Muhamad Arif Rafli, dan Welly kaswara. Mereka direkrut berdasarkan
prestasinya sebagai pengahafal Al-Qur’an. Secara fisik pun setelah menjalani
latihan selama 3 bulan, ternyata keenamnya sukses.
            Sungguh
luar biasa pembinaan dan pendidikan yang dilakukan oleh jajaran Polda Sumsel,
yakni selain mereka bertugas menjalankan tugas kepolisiannya ternyata mereka
pun dipersilahkan bahkan diharuskan menyempurnakan hafalannya. Hingga kini
hafalan mereka cukup bagus, Husein dan Jamzam sudah hafal 30 juz, Rizka hafal
19 juz, Arif 17 juz, serta Galeh dan Welly masing-masing 12 juz.
            Ada
sekelumit cerita yang sungguh terharu, hal tersebut terjadi kepada Rizka
Munawarah yang awalnya tidak direstui oleh sang ibu. Waktu berjalan dan ayahnya
menyakinkan ibu Rizka, akhirnya Rizka dipersilahkan tentunya dengan tetap
berakhlak dan berhijab yang sesungguhnya. Hingga ada satu momen yang membuatnya
dilema, ketika aturan berhijab akan disetujui oleh Kapolri Jendral Sutarman,
ternyata ada penarikan kembali kebijakan tersebut. Di momen itulah Rizka sangat
sedih, dia akhirnya bertekad akan mundur jika hijab dilarang dikenakan oleh
muslimah yang menjadi anggota Polisi Wanita. Sungguh tekad luar biasa yang
dilakukan oleh Rizka, disaat remaja lainnya seakan acuh tak acuh dengan hijab,
bahkan seakan lumrah dengan tidak mengenakan hijab, namun Rizka luar biasa
dengan tekadnya.
            Semoga
beberapa kejadian tersebut menjadi pelajaran banyak pihak, secara pemerintahan
dan negara semoga Polri bisa memberikan Hak Asasi Manusia (HAM), kepada setiap
Polwan atau calon Polwan agar diperkenankan berhijab, sebab itu hak dasar bagi
pemeluk agama dan itu aturan Allah Swt., bukan aturan buatan manusia, dan kini
Polri sedang melakukannya dengan keputusan boleh berhijab, semoga itu konsisten
dilaksanakan. Semoga cara pengrekrutan yang dilakukan jajaran Kepolisian Polda
Sumsel dapat dicontoh Polda-polda lainnya, khsusunya Jawa Barat yang beberapa
kotanya mendapatkan julukan Kota Santri.

Pelajaran secara
individunya, khusus untuk calon Polwan agar tetap menjaga kodrat dan perintah
Allah Swt, jangan sampai aturan Polisi yang memang buatan manusia dipatuhi
namun aturan dari Allah Swt., dilanggar. Sebab kelak diakhiran pengadilan yang
sempurna dan adil bukan pengadilan/hukuman dari Polisi namun pengadilannya
Allah Swt.
Advertisement
Loading...
Dahsyat!!! Polda Sumsel Rekrut Polisi dengan Jalur Hafidz Al-Qur’an | afgan19 | 4.5