Cara Mudah Mengenal Tanda Waqaf dalam Al-Qur’an

Cara Mudah Mengenal Tanda Waqaf
dalam Al-Qur’an
            Dalam
membaca pasti membutuhkan jeda, ada yang agak lama, hingga lama. Jika dalam
bahasa Indonesia ada yang dinamakan dengan koma (,) dan ada yang dinamakan
dengan titik (.) sebagai tanda kalimat berakhir.
            Begitu
juga di dalam Al-Quran ada tandanya, yang dinamakan dengan Waqaf, di antaranya
adalah :
1. Tanda mim ( مـ ) disebut
juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim
disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat
sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab,
namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya;
2. tanda tho ( ﻁ ) adalah
tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.

3.tanda jim ( ﺝ ) adalah
Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga
untuk tidak berhenti.
4. tanda zha ( ﻇ ) bermaksud
lebih baik tidak berhenti
5. tanda sad ( ﺹ ) disebut
juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti
namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna. Perbedaan
antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih
diperbolehkan berhenti pada waqaf sad
6. tanda sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari “Al-washl Awlaa”
yang bermakna “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”, maka dari itu
meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik;
7. tanda qaf ( ﻕ ) merupakan
singkatan dari “Qiila alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan boleh
berhenti pada wakaf sebelumnya”, maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan
walaupun boleh diwaqafkan
8. tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari “Qad yuushalu”
yang bermakna “kadang kala boleh diwasalkan”, maka dari itu lebih baik berhenti
walau kadang kala boleh diwasalkan
9. tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud
berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul
pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti
10. tanda sin ( س ) atau
tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti
seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti
seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan
11. tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa
mengambil napas
12. tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud
“Jangan berhenti!”. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung maupun
pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan
untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh
berhenti atau tidak
13. tanda kaf ( ﻙ ) merupakan
singkatan dari “Kadzaalik” yang bermakna “serupa”. Dengan kata lain, makna dari
waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul
14. tanda bertitik tiga ( … …) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah
atau Waqaf Ta’anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di
mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda
tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada
tanda kedua dan sebaliknya.
Sebenarnya masih
banyak hukum bacaan dan tanda bacaan dalam Al-Quran bila dipelajari memerlukan
waktu pemahaman yang cukup lama agar fasih dan benar dalam membaca, melafazkan
dan pengucapan harakat (panjang-pendeknya suatu bacaan), tajwid lainnya yang
harus dipelajari dan dipahami. Lebih baik lagi apabila mempelajari kitab Iqro
(kitab kecil ). Semog bahasan ini memudahkan siapapun yang ingin belajar
membaca Al-Quran.