Cara Ampuh Mahir Menulis Paragraf Ekspositif

Advertisement
loading...
Cara Ampuh Mahir Menulis Paragraf Ekspositif
Pengertian Paragraf
Ekspositif/Eksposisi
Paragraf
ekspositif adalah paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan
sesuatu permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang
sejelas-jelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang
Ciri-Ciri Paragraf Ekspositif
1)   bersifat nonfiksi/ilmiah
2)   bertujuan menjelaskan/memaparkan
3)   berdasarkan fakta
4)   tidak bermaksud mempengaruhi

Macam/Pola Pengembangan 
Paragraf Ekspositif
– pola umum-khusus (deduksi)
Adalah paragraf yang dimulai dari
hal –hal yang bersifat umum kemudian menjelaskan dengan kalimat –kalimat
pendukung yang khusus
– pola khusus-umum (induksi)
Adalah paragraf yang dimulai dari
hal-hal yang bersifat khusus kemudian menjelaskan dengan kalimat-kalimat yang
bersifat umum
– pola perbandingan
Adalah paragraf yang membandingkan
dengan hal yang lain, berdasarkan unsur kesamaan dan perbedaan, kerugian dengan
keuntungan, kelebihan dengan kekurangan. Kata hubung (jika dibandingkan dengan,
seperti halnya,demikian juga, sama dengan,selaras dengan,sesuai dengan)
– pola pertentangan/kontras
Adalah paragraf yang
mempertentangkan dengan gagasan lain. Kata hubung (biarpun,
walaupun,berbeda,berbeda dengan, akan tetapi, sebaliknya, melainkan, namun, meskipun
begitu)
– pola analogi
Adalah paragraf yang menunjukkan
kesamaan-kesamaan antara dua hal yang berlainan kelasnya tetapi tetap
memperhatikan kesamaan segi /fungsi dari kedua hal tadi sebagai ilustrasi
– pola pengembangan proses
Adalah pola pengembangan paragraf
yang ide pokok paragrafnya disusun berdasarkan urutan proses terjadinya sesuatu
– pola pengembangan klasifikasi
Adalah pola pengembangan paragraf
dengan cara mengelompokkan barang-barang yang dianggap mempunyai
kesamaan-kesamaan tertentu
– pola pengembangan contoh/ilustrasi
Adalah paragraf yang berfungsi untuk
memperjelas suatu uraian, khususnya uraian yang bersifat abstrak. Kata
penghubung (contohnya, umpamanya,misalnya)
– pola pengembangan difinisi
Adalah paragraf yang berupa
pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik memerlukan
penjelasan panjang lebar agar tepat maknanya dilengkapi oleh pembaca
– pola sebab akibat
Adalah pola pengembangan dimana
sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian
pengembangannya. Atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama, sedangkan untuk
memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai
perinciannya
Contoh-Contoh Paragraf Ekspositif
1.
Ozone therapy
 adalah
pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon
berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah.Ozone therapy merupakan
terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit
yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.(pola pengembangan definisi)
2.  Sampai hari ke-8, bantuan
untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa
wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga
Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun
warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka
kumpulkan dibalik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa
bantuan pemerintah kurang merata. (pola pengembangan contoh)
3. 
Pemerintah akan memberikan bantuan rumah atau bangunan kepada korban gempa.
Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan tingkat
kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapatkan bantuan sekitar 10 juta.warga yang
rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya
rusak berat mendapatkan sekitar 30 juta . Calon penerima bantuan tersebut
ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawalan dari pihak LSM (pola
pengembangan klasifikasi)
4.  Struktur suatu karangan
atau buku pada hakikatnya mirip atau sama dengan suatu pohon. Bila pohon dapat
diuraikan menjadi batang, dahan, ranting, dan daun, maka karangan atau buku
dapat diuraikan menjadi tubuh karangan, bab, sub – bab, dan paragraf. Tubuh
karangan sebanding dengan batang, bab sebanding dengan dahan, sub-bab sebanding
dengan ranting, dan paragraf sebanding dengan daun.(pola pengembangan analogi)
5.Seorang
bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk
pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas dapat diisi
dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik
dengan baik seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi
siapa pun yang membacanya.Jadi, membentuk kepribadian baik seorang anak
ibarat menulisi kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat (analogi)
6.  Lagu-lagu tersebut kurang
memperhatikan nilai yang ingin ditanamkan paa diri anak dan lebih memperhatikan
kebutuhan pasar. Jadi, temanya bersifat temporer karena mengikuti perubahan selera
pasar. Unsur kesamaan yang masih ditemukan dalam kedua kelompok lagu ini ialah
para pencipta lagu masih berusaha menciptakan irama yang gembira dan ritme yang
sederhana, seperti dalam kehidupan anak-anak itu sendiri. (pola pengembangan
perbandingan).
            Demikianlah
beberapa contoh mengenai Paragraf Argumentatif, semoga menambah kemampuan
pembaca dalam membuat sebuah karangan.

Advertisement
Loading...
Cara Ampuh Mahir Menulis Paragraf Ekspositif | afgan19 | 4.5