Beda Jauh Polisi dan TNI dalam Pengamanan KAA ke-60

Beda
Jauh Polisi dan TNI dalam Pengamanan KAA ke-60
            Selesai
sudah perhelatan Konferensi Asia Afrika. Namun, meninggalkan banyak sekali sisa
kenangan, mulai dari sisa yang positif dan sisa yang negative. Rakyat Indonesia
sebagai besar merasakan bangga, terutama warga Kota Bandung, karena kotanya
dijadikan sebagai tuan rumah. Rasa cinta terhadap tanah air rakyat Indonesia
ketika menjadi tuan rumah begitu besar sekali, sebab sudah 60 tahun KAA
berlangsung dan yang pertama dilaksanakan di Indonesia, dengan Presiden Ir.
Soekarno tahun1955, dan kini di tahun 2015, Indonesia menjadi tuan rumah KAA
yang ke 60.
            Banyak
kalangan yang diikutsertakan guna menyukseskan perhelatan Konferensi Asia
Afrika tersebut, mulai dari para petinggi negara, hingga pihak aparat keamanan.
Pengamana begitu ketat, lebih baik jaga-jaga sejak awal dibandingkan harus
kecolongan oleh pihak yang memang memiliki niat buruk.

            Aparat
keamanan yang disiagakan mulai dari Polisi hingga TNI. Banyak kalangan masyakat
yang begitu bangga memiliki aparat keamanan yang banyak dan secara kualitas
patut diacungi jempol. Polisi dengan pengamanannya ditambah dengan semangat
baru Sang Kapolri, Badrotin Haiti, yang sebenarnya sudah beberapa waktu lalu
Kepolisian Indonesia tidak memiliki pemimpin, hanya sebatas PLT.
            Tentara
Nasional Indonesia, dengan seragam loreng dan senjata yang selalu siap siaga
seakan tidak mau ketinggalan dalam ikut serta menyukseskan penyelenggaraan KAA
ke-60. Namun, setelah KAA beberapa waktu lalu selesai dilaksanakan dengan decak
kagum semua pihak, ada beberapa pemandangan atau penilaian negative dari
masyarakat. Bukan karena tidak sukses sebagai tuan rumah, namun ada 2 foto yang
sangat kontras dari aparat keamanan, yakni Polisi dan TNI.
Ada foto Polisi dengan
seragam lengkap duduk di kursi besi panjang, namun sayang polisi tersebut
terfoto kamera wartawan saat memainkan HP dan duduk begitu santai bersandar
seakan bukan sedang mengamankan akan tetapi sedang menunggu temannya. Namun
fenomena yang berbeda diperlihatkan oleh salah satu Tentara yang duduk tegak,
tidak bersandar, serta didepan dadanya siap siaga senjata dipegangga. Foto
tersebut menjadi pembicaraan di dunia maya, dan mendapatkan dua penilaian yang
berbeda terhadap dua aparat keamanan tersebut. Polisi mendapatkan penilaian negative
sedangkan Tentara mendapatkan penilaian positif.

             Bagaimana dengan anda? Kami persilahkan anda
mengamati foto 2 aparat keamanan di atas.