Sudah Tahukah Anda Makna Lagu Lir Ilir Karya Sunan Kalijaga?

Advertisement
loading...

Sudah
Tahukah Anda Makna Lagu Lir Ilir Karya Sunan Kalijaga?

Lir Ilir
 Lir ilir, lir ilir, tandure wus sumilir
(bangkitlah, bangkitlah, tanaman tlah bersemi)
Ta ijo royo royo, Ta senggoh temanten anyar
(Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang
penganten baru)
Bocah angon, bocah angon penekno blimbing kuwi…
(Wahai anak gembala, panjatlah pohon belimbing itu)
Lunyu lunyu penekno, kanggo mbasuh dodot iro
(Biarpun licin tetaplah memanjatnya, untuk membasuh pakaianmu
yang kotor itu)
Dodot iro dodot iro kumitir bedah ing pinggir
(Pakaian-pakaianmu itu telah rusak dan sobek)
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
(Jahitlah, perbaikilah untuk bekalan nanti sore)
Mumpung padang rembulane
(Selagi rembulan masih terang benderang/purnama)
Mumpung jembar kalangane
(Selagi tempat masih luas dan lapang)
Yo surak o surak hiyo
(Bersoraklah dengan penuh rasa syukur)
Karya indah Kanjeng Sunan ini tak hanya
nyaman di telinga, namun juga mengandung makna filsafat yang tinggi juga
merupakan petuah-petuah guru bagi sang murid untuk menuntut menuju jalan Alloh
SWT.
Saya mencoba menuliskan makna dari lagu
Kanjeng Sunan di atas secara umum, untuk pelajaran bagi diri saya sendiri. Juga
untuk kita semua, semoga bermanfaat bagi saya, Anda, dan semua yang membacanya.
Semoga Alloh merahmati kita semua. Amiin…
BismillahirRohmanirRohim
Tembang nan indah ini dibuat oleh Kanjeng
Sunan Kalijaga berisikan nasihat/petuah sang guru kepada salik/murid-murid yang
hendak menuntut di jalan Alloh, mengharap keridhoan Alloh dengan laku perbuatan
yang baik, hati yang bersih, hingga mencapai kepada derajat yang diinginkan
oleh sang guru.
Seruan untuk bangkit adalah seruan kepada
jiwa, akal, hati, seruan kepada sang salik untuk berdiri tegak memenuhi
panggilan kerinduan, segera bergegas menuju kepada Alloh. Agar tidak
menunda-nunda perbuatan baik,dan bersegeralah kepada kebaikan. Dengan modal
yang telah dianugerahkan oleh Alloh kepada manusia yaitu kuasa, kehendak, ilmu,
hidup, penglihatan, pendengaran, dan kemampuan berkata-kata. 
Tanaman tlah bersemi….. Apa yang kau
tanam, itulah yang kau tuai. dengan Kemurahan dan Kasih Sayang Alloh, serta
atas Rahmat-Nya jua kita akan mendapat tarikan Tuhan untuk menempuh jalan
kebenaran sejati. Juga melambangkan panggilan kerinduan Alloh kepada hamba-Nya
untuk mengenal Alloh Yang Maha Besar dan Maha Suci telah tertanam di dalam
hati. Sambutlah kerinduan yang telah diterbitkan di dalam hati sang murid
dengan riang gembira, dengan kecintaan kepada Alloh, mulailah dengan
membersihkan rohani. Bila rohani telah dibersihkan, maka jasmani akan ikut
menjadi bersih. Karena rohani yang telah bersih akan senantiasa menjaga
kebersihan tubuhnya.
Seperti warna hijau yang menyejukkan,
seperti hamparan tanaman hijau yang luas, indah untuk dipandang, menyejukkan
bagi siapa yang melihatnya.
Bila kerinduan tlah mendalam dan memuncak
dalam hati sang penuntut, maka indahnya bak penganten baru yang saling
merindukan dan mencintai sang kekasih, kebahagiaan itu akan menjadi sempurna
bila telah berjumpa dan bersatu dengan sang kekasih.
Anak gembala bermakna diri sang
salik/penuntut ilmu di jalan Alloh/murid yang sedang mengembala nafsu2nya demi
mengharap Keridhoan Alloh SWT. Nafsu-nafsu yang harus ditundukkan ialah nafsu
iblis, nafsu kebinatangan, nafsu tumbuh-tumbuhan. Nafsu iblis beberapa
diantaranya adalah kesombongan, tidak patuh pada perintah Tuhan, mengajak
kepada maksiat/keburukan, riya, bangga akan diri, hasud, dengki, dan
sifat-sifat lainnya yang bertentangan dengan sifat akhlakul karimah Kanjeng
Nabi Muhammad S.A.W. Nafsu kebinatangan diantaranya ialah mengambil yang bukan
menjadi haknya, menyakiti orang lain, suka menipu, membunuh sesama manusia dan
nafsu-nafsu lainnya yang tidak diridhoi oleh Alloh SWT. Nafsu tumbuh-tumbuhan
adalah sifat malas pada manusia, ingin memiliki banyak harta namun malas
bekerja keras, ingin sukses dunia akhirat, tapi tidak mau berkorban waktu dan
tenaga.
 Pohon belimbing bermakna…Jalan menuntut kepada Alloh
SWT, yaitu jalan Ma’rifatullah, dengan melalui tahap demi tahap jalan syariat,
tarekat, hakikat hingga sampailah ma’rifat kepada Alloh..jalan yang
licin,gampang2 susah untuk di tempuh…Tetap bersabar bersama Alloh di dalam
jalan-Nya, agar mencapai kebahagiaan sempurna dunia akhirat.
La hawla wa la quwwata Illah Billahil ‘aliyil ‘adzim….
Pakaian disini berarti iman
kita/sifat-sifat yang tidak diridhoi oleh Tuhan, seperti angkuh, iri hati,
dengki, sombong (AIDS) yang kotor,yang bertengger didalam hati hingga mengotori
diri kita,membuat hati menjadi kurus, lemah tak berdaya, iman menjadi lusuh dan
sobek akibat tajamnya kotoran dosa kita… dan bila telah sampai kembali kepada
Sang Pemilik, maka pakaian itu akan di basuh dengan samudera Kesucian Alloh SWT
atas Kemuliaan Alloh SWT itu sendiri.
Maka, sudah selayaknya, baju yang kotor dan
telah sobek itu di cuci dan di jahit dengan perbaikan iman dan memperbanyak
istighfar,memperbanyak zikir, bersabar, puasa dan bersyukur kepada Alloh. Agar
kita mempunya bekal ibadah semasa di ladang bumi yang fana dan sementara
ini.hingga, di saat diri tlah di panggil untuk kembali, tlah mempunyai bekal di
alam yang kekal. Alam sebenarnya, tiada akhir.kembali kepada yang Maha Awal dan
Maha Akhir Yang Tiada Berawal dan Tiada Berakhir….
Padang rembulane adalah akal yang masih
sehat, dan telah dapat menerima ilmu-ilmu yang tidak dapat masuk ke dalam hati
yang akalnya masih rendah seperti anak-anak ataupun orang tua yang sudah
pikun.. Sesungguhnya Alloh menyukai pemuda-pemuda yang bertobat.
Jembar kalangane yang berarti…mumpung
hayat masih di kandung badan, maka masih berkesempatan menuntut ilmu kepada
Alloh SWT..dan badan masih sehat…karena, bila badan tak sehat dan hayat tlah
tak dikandung badan, maka semua tlah terlambat untuk di jalani.
Mumpung masih berakal,masih sehat dan
masih hidup, maka di sinilah tempat dan waktunya untuk menuntut ilmu menuju
jalan kepada Alloh SWT.. Dan sampai akhirnya pada Tujuan Akhir yaitu Alloh itu
sendiri, sudah sepantasnya bila kita mengadakan pesta bersorak sorai bersyukur
kepada Alloh, atas Ke-Maha Muliaan-Nya dan Kasih Sayang-Nya sehingga diri ini
mendapatkan kesempatan untuk mempelajari ilmu yang maha mulia ini untuk sampai
Makrifat kepadaNya dengan pengenalan yang sempurna yang kita sendiri tak kan
mampu melainkan atas Pertolongan/Karunia Alloh jua….
Semoga sodara-sodara mengerti akan maksud
dari makna yang saya tulis di atas. dan semoga kita semua yang membaca mendapat
barokah guru, syafaat Nabi dan limpahan anugerah, rahmat, serta kasih sayang
dan pertolongan dari Alloh SWT. Amiin……

Advertisement
Loading...
Sudah Tahukah Anda Makna Lagu Lir Ilir Karya Sunan Kalijaga? | afgan19 | 4.5