Sampai Kapankah Kecurangan Ujian Nasional Terjadi?

Sampai Kapankah Kecurangan Ujian Nasional Terjadi?
Perihal pendidikan rasanya tidak pernah sepi dari masalah. Salah satu
yang sering bermunculan masalah yakni perihal kebocoran soal Ujian Nasional.
Banyak laporan dari masyarakat pendidikan Indonesia yang melaporkan perihal
kebocoran soal UN.
Kapolsek Johar Baru, Wiyono SH mendatangi
Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia menindak terkait kebocoran soal
Ujian Nasional (UN) di Jakarta beberapa waktu lalu. Kasus kebocoran soal Ujian
Nasional (UN) melalui internet membuat polisi melakukan penggeledahan di
Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia.  
Selain pengaduan
kepada pihak polisi, ternyata Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) masih
menerima pengaduan kecurangan ujian nasional sampai saat ini. Retno Listyarti,
Sekretaris Jenderal FSGI beberapa waktu lalu mengatakan laporan kecurangan
meningkat dari 91 laporan menjadi 107 laporan.

Beberapa laporan kecurangan terjadi
di berbagai wilayah Indonesia. “Untuk wilayah Jakarta sendiri bertambah
tiga laporan kecurangan,” ucap Retno. Dia menuturkan temuan kecurangan
dapat diketahui setelah pihaknya memastikan sendiri kebenaran informasi
tersebut. Dia menemukan soal berkode wilayah Aceh sama dengan soal yang beredar
di Jakarta. Banyaknya laporan perihal kecurangan soal Ujian Nasioanl, semoga
tidak berdampak signifikan terhadap dunia pendidikan Indonesia, yang kini baru
di isis oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Anies Baswedan.
Retno Listyarti juga menerima
laporan kecurangan dalam bentuk jual-beli kunci jawaban di kalangan siswa.
Kunci jawaban soal tersebut disebarluaskan dan diperjualbelikan menggunakan
alat komunikasi BlackBerry Messenger di grup tertutup.  Dia mengatakan kunci jawaban yang
diperjualbelikan lengkap dengan petunjuk soal, sehingga siswa dapat memastikan
kunci jawaban yang tepat untuk soal yang dimilikinya.
Temuan tersebut akan
ditindaklanjurti guna ke depannya tidak akan terjadi lagi hal serupa. Dia
mengaku masih terus mengumpulkan data dan bukti-bukti sebelum melaporkan kecurangan
penyelenggaraan ujian nasional kepada Presiden Joko Widodo. Ujian nasional
tingkat SMA sudah selesai pada pekan lalu. Sebelumnya, Retno mengungkap
kecurangan-kecurangan yang masih terjadi selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Dewasa ini dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat tentunya memudahkan
semua pihak untuk saling menyapa dan bertukar informasi, namun bukan berarti
teknologi yang maju tersebut dapat digunakan begitu saja untuk hal yang kurang
baik. Semoga ke depannya pendidikan di Indonesia semakin baik.