Pendidikan Karakter di tengah KPK Vs Polri dan Ancaman Perdana Menteri Australia

Advertisement
loading...
Pendidikan
Karakter di tengah KPK Vs Polri dan Ancaman Perdana Menteri Australia
            Pendidikan
merupakan hal yang sangat utama dan pertama dalam berkehidupan. Kehidupan
manusia tanpa pendidikan, layaknya binatang hidup berpindah tanpa tujuan dan
arah. Pemikiran manusia harus terus dididik guna menjadikan pemikiran yang
lebih dewasa dan mampu menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam
menjalani kehidupan.
            Bagaimana
kabar pendidikan Indonesia hari ini?
            Rasanya
penuh dengan kedilemaan, satu sisi guru harus memberikan pengajaran dan
pendidikan kepada siswa, namun sisi lain kehidupan elit pejabat bangsa ini
mempertontonkan ketidaksamaan dengan nilai-nilai edukasi. Sudah menjadi rahasia
umum, apa yang terjadi di antara perseteruan antara KPK dan Polri. Sama-sama
sebagai penegak hukum, namun kenyataannya, orang yang tahu hukum seakan
mempermainkan hukum, mungkin itu hanya sekadar oknum semata. Terlepas dari itu
oknum saja, kenyataannya generasi muda seakarang seakan bingung siapa yang
harus menjadi panutan dan apa yang harus dipanuti dari sifat dan sikap elit
pebajat bangsa ini, terlebih kalangan penegak hukum.

            KPK
sebagai lembaga yang konsen di pemberantasan korupsi, nyatanya sulit juga
ketika akan mengungkap kasus korupsi di lembaga sebesar Polri. Kejadian semacam
ini yang seakan mendapatkan perlawanan balik, bukan hanya sekarang, namun dulu
ketika di masa Presiden SBY pun terjadi hal yang sama, hingga ada istilah Cicak
Vs Buaya.
            Sekali
lagi, generasi muda bangsa ini bingung, mana penegak hukum yang benar-benar
menegakan hukum. Belum lagi kasus seorang nenek yang mencuri Kakao dipenjara
sekian tahun, namun koruptor seakan masih bebas lalu-lalang tebar pesonan saat
akan dan setelah pemeriksaan di gedung KPK. Kami guru dan siswa butuh panutan
yang memang patut untuk dipanuti.
            Belakangan
ini, setelah isu KPK-Polri agak mereda, ternyata ada goncangan lagi dari negara
tetangga, Australia. Perdana menterinya mengungkit bantuan Tsunami dulu untuk
ditukar dengan pembebasan terpidana gembong narkoba, tentunya hal ini menyulut
masyarakat Indonesia, khususnya Aceh, hingga terinspirasi mengumpulkan koin
guna membayar jasa Australia. Sikap semacam itu bukan sikap negarawan sejati.
Tentunya permintaan PM Australia tersebut membuat kita bertanya ulang, apakah
gembong Narkoba di sana dipelihara? Sehingga ketika mendapatkan hukuman mati di
Indonesia seakan keberatan? Kalaulah gembong narkoba tersebut tidak mau dihukum
mati, maka jangan lakukan kejahatan di Indonesia, sebab Indonesia memiliki
kedaulatan hukum sendiri, guna melindungi warganya.
            Generasi
muda kita masih bingung siapa dan apa yang harus diteladani? Dan masihkah ada
orang yang patut diteladani di tengah berbagai kasus bangsa ini?
           

            
Advertisement
Loading...
Pendidikan Karakter di tengah KPK Vs Polri dan Ancaman Perdana Menteri Australia | afgan19 | 4.5