Masih Adakah Jual Beli Kunci Jawaban Ujian Nasional?

Advertisement
loading...
Usaha pemerintah tehadap dunia
pendidikan harus benar-benar terlihat nyata. Bukan tanpa alasan, banyak kabar
yang menyatakan kebocoran soal dan beredarnya kunci jawaban bukan hal sepele
yang mampu dimaafkan begitu saja. Namun, harus ada tindakan nyata berupa
hukuman dari pemerintah terhadap pembocor soal Ujian Nasional.
            Berbagai
kalangan yang tergabung dalam elemen masyarakat yang cinta akan dunia
pendidikan, menyatakan agar pemerintah secara tegas menindak setiap kejahatan
dalam dunia pendidikan, khususnya perihal kebocoran Ujian Nasional. Elemen
tersebut yakni Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Forum Aksi Guru
Indonesia (FAGI), Gerakan Masyakarat Peduli Pendidikan (GMPP), Keluarga Peduli
Pendidikan (Kerlip), Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) dan Asosiasi Kepala
Sekolah Indonesia (AKSI).
            Ada
beberapa indikasi yang menyatakan terjadinya jual beli kunci jawaban yang
terjadi di kalangan siswa. Ntah karena alasan apa, siswa ternyata lebih percaya
kepada orang lain dibandingkan kepada dirinya sendiri, khususnya dalam
mengerjakan Ujian Nasional. Bahkan, ada kalangan dari FGII menemukan adanya
iuran, semacam patungan dari siswa yang menginginkan kunci jawaban dengan
mengumpulkan uang sebesar Rp. 50.000 – Rp. 70.000 per orang. Bahkan iuran
tersebut sudah pofesional sampai ada di setiap kelasnya semacam kordinator yang
tugasnya mengumpulkan uang iuran tersebut dan menjadi pusat jawaban Ujian
Nasional.
            Cara
kerjanya cukup bagus dan lihai, sebab penyebaran kunci jawabannya pun
menggunakan perkembangan teknologi. Di antara terkonologi yang digunakan yakni
melalui grup chatting baik di Line maupun Whatapp, dengan nama grup yang begitu
bagus,”Generasi Penerus Bangsa” atau “Cinta Tanah Air.”
            Indikasi
kebocoran tersebut langsung ditindak lanjuti oleh pihak Ombudsman Perwakilan
Jawa Barat yakni Haneda Sri Lastoto yang menyatakan, proses penyelidikan
kebocoran soal harus segera disikapi oleh berbagai pihak.

            Seyogianya
kejadian ini memberikan pembelajaran bagi kita selaku bangsa Indonesia agar
lebih percaya diri, yang tentunya ditunjang dengan proses pembelajaran yang
rajin. Kurang percaya diri siswa tersebut, bukan salah 100% guru selaku
pengajar, namun kalangan siswa yang mungkin lingkungannya yang kurang baik, jangankan
belajar, masuk sekolah saja jarang. Hal tersebutlah yang menjadi pondasi awal
kurang percaya dirinya siswa akan kemampuan dirinya sendiri.
Advertisement
Loading...
Masih Adakah Jual Beli Kunci Jawaban Ujian Nasional? | afgan19 | 4.5