Kurang Pendidikan Lingkungan Hidup, 975 Ton Kotoran Manusia Cemari Citarum

Advertisement
loading...
Kurang Pendidikan Lingkungan Hidup, 975 Ton Kotoran
Manusia Cemari Citarum
            Berbicara sampai rasanya tidak akan
pernah selesai selama manusia ada dan tidak memiliki kesadaran yang tinggi akan
dampaknya. Mulai dari sampah organic sampai sampah nonorganic. Banyak kalangan
yang belum tahu bagaimana cara mendaur ulang sampah yang dihasilkannya sehingga
berdampak pada pencemaran.
            Salah satu daerah yang terkena
dampak yaitu Sungai Citarum, banyak warga sekitar yang membuang sampah ke
aliran sungai yang mengakibatkan kotornya sungai, tersendat dan tidak menutup
kemungkinan setiap hujan akan berdampak timbulnya banjir.

            Bahkan fasilitas yang sudah
disiapkan oleh pemerintah tidak mampu mengangkut sampah yang ada dilingkungan
warga sekitar aliran Sungai Citarum. Di antara sebabnya masih terbatasny truk
pengangkut sampah ditambah truk tersebut tidak mampu masuk ke lingkungan rumah
warga dikarenakan sempit, adapun motor sampah jumlahnya masih sedikit.
Rencananya pemerintah dalam hal ini Dinas Kebersihan akan memperbanyak jumlah
motor sampah guna dipergunakan di 56 desa. Diharapkan dengan adanya bantuan
tersebut, tumpukan sampah di sekitaran Sungai Citarum berkurang.
            Selain langkah tersebut BPLHD juga
memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai pengolahan sampah
organic. Selain dapat menjadi pupuk kompos, sampah organik juga dapat ditimbun
di halaman rumah warga. Dengan beberapa langkah tersebut, diharapkan 30% sampah
dapat diolah, sedangkan 50% dapat diangkut menggunakan kendaraan kebersihan,
baik motor maupun truk kebersihan.
            Ada satu hal yang sangat menyedihkan
di sekitaran Sungai Citarum, yakni pola hidup kurang sehat yang diperlihatkan
oleh warga sekitaran sungai. Aliran sungai Citarum tersebut melewati 56 desa
yang jumlah warganya berkisar 525.000 orang, yang 25 % dari jumlah tersebut
yakni 130.000 orang terbiasa membuang kotorannya ke aliran Sungai Citarum.
Tentunya hal ini sangat menjijikan dan menjadikan kawasan Citarum tambah kotor
dan dapat menjadi sarang penyakit.
            Bahkan, jika diandaikan saja satu
orang membuang 250 gram kotorannya perhari, maka dalam satu bulan akan ada 975
ton kotoran manusia. Betapa menjijikannya jumlah tersebut yang ada di aliran
Sungai Citarum. Bagaimana jika dikalikan selama 1 tahun, yakni 975 ton dikali
12 bulan, tentunya hal tersebut akan jauh menjijikan lagi dan membuat kesehatan
warga sekitar semakin buruk.

            Perlu ada sosialisasi dari
pemerintah melalui dinas terkait guna adanya Pendidikan Lingkungan Hidup, sebab
warga disekitaran Sungai Citarum lah yang akan mengalami dampaknya, bukan warga
di pulau atau provinsi lain. Tanamkan kecintaan akan tanah air dan lingkungan
kepada warga sekitar khususnya, guna menjadikan aliran sungai Citarum tidak
terkontaminasi oleh berbagai sampah, baik sampah organik, nonorganic dan sampah
kotoran warga itu sendiri yang membuang tanpa merasa bersalah.
Advertisement
Loading...
Kurang Pendidikan Lingkungan Hidup, 975 Ton Kotoran Manusia Cemari Citarum | afgan19 | 4.5