Indikator PNS yang Dianggap Memiliki Citra Negatif di Masyarakat

Indikator PNS yang Dianggap
Memiliki Citra Negatif di Masyarakat
            Bagaimanakah
kepercayaan masyakarat terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS)? Apakah baik atau
justru sebaliknya? Tentu banyak PNS yang memiliki kredibilitas yang tinggi,
namun tidak menutup kemungkinan banyak PNS yang tidak memiliki kredibilitas
sama sekali.
            Perlu
adanya reformasi birokrasi terlebih dahulu yakni reformasi pola pikir atau yang
belakangan ini santer diberitakan yakni Revolusi Mental di kalangan PNS. Sebab
ada berupa kalimat bijak yang mengatakan jika kita mengubah pola pikir kita
maka akan mengubah kenyakinan, mengubah harapan, serta yang akhirnya akan
mengubah sikap yang tadinya kurang baik (negative) menjadi jauh lebih baik
(positif).
            Pada
tahun 2002, Kantor Menpan menemukan dan adanya pola pikir negative PNS yang
tercermin dalam perilaku sehari-hari, yaitu :
1.     
Komitmen dan konsistensi terhadap visi
dan misi organisasi masih rendah.

2.     
Sering terjadi penyimpangan dan
kesalahan dalam kebijakan public yang berdampak luas kepada masyarakat.
3.     
Pelaksanaan kebijakan jauh berbeda dari
yang diharapkan.
4.     
Terjadi arogansi pejabat dan
penyalahgunaan wewenang.
5.     
Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab
aparatur saat ini belum seimbang.
6.     
Dalam praktek di lapangan sulit
dibedakan antara ikhlas dan tidak ikhlas, antara jujur dan tidak jujur.
7.     
Pejabat yang KKN adan menyebabkan KKN
meluas pada pegawai, dunia usaha dan masyarakat.
8.     
Gaji pegawai yang rendah dibandingkan
harga barang dan jasa di lapangan.
9.     
Banyak aparatur yang integritas,
loyalitas dan prfesionalnya rendah.
10. 
Belum adanya sistem merit yang jelas
untuk mengukur kinerja pegawai dan tindak lanjut hasil penilaiannya.

Demikianlah 10
penilaian negative terhadap PNS, sebenarnya masih ada belasan hal lainnya yang
menyebabkan citra PNS di Indonesia rendah. Data tersebut dikeluaran tahun 2002
semoga di tahun ini, semakin berkurang penilaian negatifnya, dan penilaian
baiknya semakin tinggi.