Gempa Nepal, Ajarkan Pendidikan Kemanusiaan bagi Dunia Internasional

Gempa Nepal, Ajarkan Pendidikan Kemanusiaan bagi
Dunia Internasional
            Musibah siapa yang mampu menebak
akan terjadi kapan dan akan terjadi di mana, begitu pula yang terjadi di Nepal.
Banyak korban yang berjatuhan, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami
luka-luka.
            Bahkan menurut informasi terbaru,
Gempa dengan kekuatan 7,9 skala Richter tersebut telah menghantam negara
tersebut, hingga merenggut 2.300 orang. Selain dari jumlah yang meninggal
tersebut, ternyata ada sekitar 5.000 orang yang luka-luka akibat gempa Nepal
tersebut.
            Selain warga Nepal ternyata ada
warga negara Indonesia yang sampai saat ini belum ditemukan, sekitar 17 orang
dan hingga kini sedang dilakukan proses pencarian. Bahkan ada tiga warga Kota
Bandung yang tengah mendaki Gunung Everest.

            Selain warga negara Nepal sendiri
yang meninggal dan luka-luka, ternyata ada warga dari India, Tibet (Tiongkok),
Bhutan dan Bangladesh. Bahkan India sudah mengatakan bahwa warga negaranya
meninggal akibat gempa sekitar 53 orang.
            Mengingat kehancuran yang begitu
memakan banyak korban, hingga saat ini sudah ada beberapa negara yang akan
memberikan bantuan, seperti Australia, India, Selandia Baru, Kanada, bahkan
Sekjen PBB pun sudah mengucapkan kedukacitaannya akan gempa Nepal tersebut.
            Banyak pelajaran yang dapat kita
ambil dari adanya gempa Nepal tersebut, diantaranya yakni kepedulian dunia
Internasional terhadap korban gempa. Sebab Indonesia pun beberapa tahun
kebelakang mengalami kejadian serupa bahkan lebih dari yang terjadi di Nepal,
seperti yang sudah banyak orang tahu, mengenai Tsunami yang pernah terjadi di
Aceh dan Pangandaran yang merenggut banyak korban.
            Indonesia saat itupun mendapatkan
banyak bantuan dunia Internasional, termasuk dari Australia yang beberapa waktu
yang lalu sempat disindir mengenai jasa negaranya agar diingat kembali, serta
Indonesia agar mampu membalas jasa kembali dengan tidak melaksanakan eksekusi
mati gembong narkoba asal Australia. Namun hal itu tidak berbuntut panjang,
Australia menyadari Tsunami adalah bencana bukan satu hal yang diinginkan
berbeda dengan eksekusi mati narkoba.