Eksekusi Mati, Ajarkan Generasi Muda Indonesia untuk Jauhi Narkoba

Eksekusi Mati, Ajarkan Generasi Muda Indonesia untuk
Jauhi Narkoba
            Indonesia menjadi sorotan dunia
Internasional belakangan ini, sebelumnya sorotan akan tindakan eksekusi mati
“gelombang” pertama, kemudian adanya Konferensi Asia-Afrika ke-60, yang menjadikan
Indonesia sebagai tuan rumah, dan dalam pekan ini, Indonesia pun akan menjadi
sorotan dunia Internasional kembali, yakni akan dilaksanakannya eksekusi mati
gembong narkoba “gelombang” kedua.
            Kuasa Hukum terpidana Rodrigo
Gularte, yakni Christina Windiarti mengatakan bahwa eksekusi mati akan
dilaksanakan pekan ini, yakni sekitar tangal 28 April 2015. Dalam eksekusi
gelombang kedua ini ada Sembilan dari sepuluh terpidana mati kasus narkoba yang
masuk dalam daftar eksekusi Kejaksaan Agung, dipastikan akan dieksekusi.

            Setiap kuasa hukum telah menerima
notifikasi (pemberitahuan) mengenai eksekusi mati dari Kejaksaan Agung. Awalnya
yang akan dieksekusi sebanyak 10 orang namun, salah satu terpidana mengajukan
PTUN menjelang eksekusi yaitu Serge Areski Atlaoui asal Prancis.
            Adapun kesembilan terpidanan lainnya
yaitu terdiri dari delapan warga negara asing dan satu warga negara Indonesia.
Mereka adalah Mary Jane (Filipina), Andrew Chan dan Myuran Sukumuran
(Australia), Martin Adreson (Ghana), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Rodrigo
Gularte dan Sylvester Obieke (Brasil), Okwudili Oyatance (Nigeria), dan Zainal
Abidin (Indonesia).
            Adapun untuk eksekusi akan
dilaksanakan di lapangan tembak di daerah Nusakambangan, Cilacap. Banyak pro
dan kontra mengenai eksekusi mati gembong narkoba, yang pro menyatakan
Indonesia sudah darurat narkoba, yang kontra akan eksekusi memiliki alibi bahwa
setiap orang memiliki hak hidup yang dijamin oleh Hak Asasi Manusia.

            Terlepas dari itu semua, banyak
pelajaran yang dapat kita ambil dari adanya eksekusi mati gembong narkoba,
yakni jangan pernah berniat untuk mendekati narkoba, apapun alasannya dan
bentuk bagaimana pun narkobanya, sebab ketika seseorang sudah mengonsumsinya
maka masa depannya sudah bakal dipastikan gelap, dan yang sekarang kita lihat
yakni bagi pengedar adanya hukuman eksekusi mati. Semoga gerensi muda Indonesia
terbebas dari yang namanya narkoba dan semoga Indonesia semakin bersih dari
hiruk –pikuk narkoba.