Cara Ampuh Hindarkan Anak dari Jajanan Tidak Sehat

Cara Ampuh Hindarkan Anak dari Jajanan Tidak Sehat
            Sudahkah jajanan anak kita aman
ketika berada di sekolah?
            Anak tidak dapat dilepaskan dari
jajanan, namun yang bisa kita lakukan adalah membimbingnya agar memilah jajanan
mana yang baik dan jajanan mana yang kurang baik. Bukan tanpa alasan hal
tersebut untuk diperhatikan, sebab setiap penyakit berawal dari dalam lambung,
sebagai bagian tubuh yang fungsinya mengolah makanan yang di makan. Jika
makanan yang di makan kurang baik, otomatis akan mengganggu proses pencernaan
di daam tubuh manusia terlebih anak-anak.
            Jajanan di sekolah harus mendapatkan
pengawasan yang cukup, sebab anak, terlebih SD, terkadang jajan yang penting
enak, gurih, dan pedas tanpa memperhatikan apakah baik atau tidak untuk tubuh.
            Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan
Makanan telah mengambil 14% sample jajanan siswa di kantin maupun pedagang yang
berdagang di sekitaran sekolah, dan kenyataannya memang tidak memenuhi
persyaratan keamanan pangan. Hal ini seperti yang terjadi di Kota Bogor yang
disetiap sidaknya sering mendapati jajanan siswa yang kurang baik untuk
kesehatan bahkan mengandung zat yang berbahaya.
            Guru Besar Teknologi Pangan,
Institut Pertanian Bogor, Nuri Andarwulan mengatakan sampai saat ini belum ada
pihak yang konsen secara berkesinambungan mengawasi jajanan anak di sekolah.
Bahkan menurutnya pula, 60 % kasus keracunan makanan dialami oleh anak-anak
sekolah, dari kasus tersebut, sekitar 40 % karena jajanan yang tidak memenuhi
standar keamanan pangan.
            Berdasarkan hasil sidak yang
kemudian diteliti ternyata jajanan anak di sekolah disinyalir menggunakan bahan
yang berbahaya secara jangka panjang bagi tubuh, diantaranya menggunakan
boraks, formalin, zat pewarna, serta proses pembuatan dan pengemasan yang tidak
bersih, tidak sesuai dengan standar yang ada.
            Tindakan oleh aparat keamanan dan
pihak terkait, yakni memberikan teguran berupa surat dan peringatan lainnya,
bahkan ada yang hingga disita oleh pihak Disperindag, namun bagi produsen yang
nakal, mereka dibawa ke proses hukum, guna memberikan efek jera. Namun dalam
kenyataannya, secara nasonal hanya 10 % yang dilanjutkan ke proses hukum dan
itu pun tergolong ringan hukumannya. 
            Maka dari itu, hindarkanlah anak
kita dari jajanan yang tidak sehat, terus awasi dan bombing buah hati kita agar
menjadi generasi yang sehat lahir maupun batin.