Bagaimana dan Apa saja Bagian dan Fungsi Otak Manusia?

Bagaimana dan Apa saja Bagian dan Fungsi Otak Manusia?
Berbicara otak, maka berbicara ota
kanan dan otak kiri. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Kedua belahan otak
ini dihubungkan oleh serabut saraf yang disebut corpus collosum yang menyebabkan terhubungnya ‘pesan’ antara kedua
belahan otak ini.
Disini Roger W Sperry menggunakan
istilah hemisphere yang berarti ‘belahan’. Dan hemisfer disini juga tidak pada
keseluruhan dari belahan (hemisfer) otak tersebut tapi hanya pada bagian-bagian
tertentu dari belahan (hemisfer) otak ini, yang saya istilahkan sebagai folder
dari sebuah hardisk otak yang sangat besar seperti folder-folder yang ada pada
hardisk komputer. Ini saya tegaskan agar tidak terjadi salah anggapan selama
ini yang menyebut dua otak yaitu otak kanan dan otak kiri.

Sebagian orang terlalu
menyederhanakan kesimpulan tersebut atau melihatnya sebagai sesuatu yang
ekstrem, yang menciptakan pemisahan dalam berpikir yang tidak didukung riset
dan literatur yang benar. Bahkan ada yang muncul yang menggambarkan garis
pemisah antara “cara lama otak kiri” dan “pendekatan terbaru otak kanan”. Yang
ada hanyalah pilihan dimana belahan yang satu lebih “Diaktifkan” dan yang
lainnya tidak. Tidak ada pembelajaran yang efektif yang hanya di satu sisi
saja. Yang lebih tepat adalah penggunaan Kedua Belahan Otak yang jauh lebih
hebat, karena otak kita interaktif sifatnya.
Karya orisinal dari Roger William
Sperry, Ph.D. yang menemukan perbedaan fungsi antara belahan otak kiri dan
kanan, tetap valid sampai hari ini. Tetapi menjaga penemuan itu tetap berada
dalam perspektif yang benar itu yang tidak mudah. Otak kanan dan otak kiri
memiliki fungsi yang berbeda yang mampu saling melengkapi.
Memasuki era 1990an, mulai ditemukan
alat-alat yang canggih yang dapat meneliti organ dalam tubuh maupun otak
manusia. Dan hal-hal luar biasa yang ditemukan dalam riset untuk mengungkap
misteri otak manusia tidak lepas dari adanya alat-alat canggih seperti MRI, PET
dan SPECT. Jika sebelum tahun 1990, para ilmuwan menggunakan otak yang telah
mati untuk melakukan riset, maka dengan alat ini mereka bisa melakukan test
pada otak orang yang hidup. Dan bisa melihat sampai ke tingkat sel-sel otak
karena alat-alat tersebut bisa melihat ketipisan hingga 1/1000 tipisnya rambut
manusia. Dengan alat-alat ini juga berhasil diketahui, bahwa 80% dari
pengetahuan mengenai otak yang diketahui sebelum tahun 1990 adalah salah. Jadi
apa yang sudah diketahui selama bertahun-tahun oleh para ilmuwan mengenai otak
manusia hanya 20% saja yang benar. Ini benar-benar merubah ilmu pengetahuan di
abad ini mengenai otak manusia.
Berdasarkan hal tersebut, sekarang
kita sudah faham mengenai apa saja yang ada dalam otak kita, dan fungsinya
sudah mengetahui. Jangan pernah membiarkan potensi dalam tubuh kita hilang
begitu saja. Namun manfaatkanlah untuk hal yang positif. Syukuri apa yang
ada!!!