Wujud Aktualisasi Manusia dalam Kehidupan

Advertisement
loading...
Wujud Aktualisasi Manusia dalam
Kehidupan
Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang
kesenian terlihat dari seni rupa, seni sastra dan seni pertunjukan. Dalam seni
rupa contoh wujud akulturasinya dapat dilihat dari relief dinding candi (gambar
timbul), gambar timbul pada candi tersebut banyak menggambarkan suatu
kisah/cerita yang berhubungan dengan ajaran agama Hindu ataupun Buddha. 
Dari relief-relief tersebut apabila
diamati lebih lanjut, ternyata Indonesia juga mengambil kisah asli cerita
tersebut, tetapi suasana kehidupan yang digambarkan oleh relief tersebut adalah
suasana kehidupan asli keadaan alam ataupun masyarakat Indonesia. Dengan
demikian terbukti bahwa Indonesia tidak menerima begitu saja budaya India,
tetapi selalu berusaha menyesuaikan dengan keadaan dan suasana di Indonesia.
Untuk wujud akulturasi dalam seni
sastra dapat dibuktikan dengan adanya suatu ceritera/kisah yang berkembang di
Indonesia yang bersumber dari kitab Ramayana yang ditulis oleh Walmiki dan
kitab Mahabarata yang ditulis oleh Wiyasa. Kedua kitab tersebut merupakan kitab
kepercayaan umat Hindu. Tetapi setelah berkembang di Indonesia tidak sama
proses seperti aslinya dari India karena sudah disadur kembali oleh
pujangga-pujangga Indonesia, kedalam bahasa Jawa kuno. Tokoh-tokoh cerita dalam
kisah tersebut ditambah dengan hadirnya tokoh punokawan seperti Semar, Bagong,
Petruk dan Gareng. Bahkan dalam kisah Bharatayuda yang disadur dari kitab
Mahabarata tidak menceritakan perang antar Pendawa dan Kurawa, melainkan
menceritakan kemenangan Jayabaya dari Kediri melawan Jenggala.
Di samping itu juga, kisah Ramayana
maupun Mahabarata diambil sebagai suatu ceritera dalam seni pertunjukan di
Indonesia yaitu salah satunya pertunjukan Wayang. Seni pertunjukan wayang
merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia sejak zaman prasejarah dan
pertunjukan wayang tersebut sangat digemari terutama oleh masyarakat Jawa.
Wujud akulturasi dalam pertunjukan wayang tersebut terlihat dari pengambilan
lakon ceritera dari kisah Ramayana maupun Mahabarata yang berasal dari budaya
India, tetapi tidak sama persis dengan aslinya karena sudah mengalami
perubahan. Perubahan tersebut antara lain terletak dari karakter atau perilaku
tokoh-tokoh ceritera misalnya dalam kisah Mahabarata keberadaan tokoh Durna,
dalam cerita aslinya Dorna adalah seorang maha guru bagi Pendawa dan Kurawa dan
berperilaku baik, tetapi dalam lakon di Indonesia Dorna adalah tokoh yang
berperangai buruk suka menghasut.
Advertisement
Loading...
Wujud Aktualisasi Manusia dalam Kehidupan | afgan19 | 4.5